FC Barcelona

Mengapa Tanggal 30 Juni Menjadi Momen Penting Bagi Barcelona

Dananjaya WP
Krisis finansial Barcelona akan kembali disorot setelah 30 Juni 2022
Krisis finansial Barcelona akan kembali disorot setelah 30 Juni 2022 / Getty Images
facebooktwitterreddit

Suporter sebuah klub umumnya memilki tanggal yang dikenang dengan manis terkait klub yang mereka dukung. Tanggal tersebut dapat berkaitan dengan momen pendirian klub, momen penting dari seorang pemain, atau momen keberhasilan menjadi juara, menghindari degradasi, dan berbagai peristiwa penting lainnya.

Tetapi, bagi FC Barcelona, Jumat (30/6) mendatang akan menjadi momen yang sangat penting bagi klub yang bermarkas di Camp Nou tersebut. Kali ini kami akan membahas mengapa tanggal 30 Juni 2022 menjadi momen yang krusial bagi klub tersebut.


3. Kilas Balik Krisis Finansial Blaugrana

FC Barcelona Introduce New Player Pedro Gonzalez Lopez - 'Pedri'
Era kepemimpinan Josep Maria Bartomeu diakhiri skandal dan krisis finansial / Quality Sport Images/GettyImages

Krisis finansial yang dirasakan oleh Barcelona sudah berlangsung dalam dua hingga tiga tahun terakhir. Pengeluaran yang berlebihan memberi dampak signifikan ketika pendapatan mereka terhambat akibat COVID-19. Pengeluaran berlebihan tidak hanya dilakukan Barca untuk mendatangkan pemain, tetapi juga beban gaji untuk setiap pemain yang direkrut atau diperpanjang kontraknya.

Ketika dunia sepak bola mendapatkan hambatan akibat pandemi, Barca merasakan kesulitan yang luar biasa untuk melepas pemain-pemain yang tidak masuk dalam rencana tim, tampil inkonsisten, atau yang menolak kontrak dengan nilai gaji yang lebih rendah.

Akhir dari era kepresidenan Josep Maria Bartomeu juga diwarnai berbagai skandal finansial dan upaya mencapai kesepakatan pemotongan gaji dengan berbagai pemain di skuad senior.

Joan Laporta terpilih untuk kembali menjadi Presiden. Laporta dan direksinya harus berjuang keras agar dapat keluar dari krisis finansial yang diwarnai dengan utang senilai 1,3 miliar Euro. Salah satu hal yang terlihat jelas dari kesulitan yang dihadapi Laporta dan direksinya adalah kegagalan memperpanjang kontrak Lionel Messi, yang pada akhirnya hengkang ke PSG.


2. Peraturan Batas Gaji dan Pengeluaran dari La Liga

Samuel Umtiti
Barcelona masih berusaha melepas berbagai pemain seperti Samuel Umtiti / Alex Caparros/GettyImages

Kami sudah pernah beberapa kali membahas krisis finansial di Barcelona dan peraturan batas gaji yang dimiliki oleh La Liga. Secara singkat, setiap klub peserta La Liga (divisi pertama dan kedua) diminta untuk menyerahkan kondisi keuangan mereka kepada operator kompetisi.

Pihak pengelola kemudian akan memantau kondisi keuangan setiap klub tersebut untuk menentukan apakah mereka berhak untuk melakukan pengeluaran terkait rekrutmen pemain serta perpanjangan kontrak. Klub menyerahkan laporan keuangan mereka setiap akhir musim, dan kemudian akan mendapatkan batas pengeluaran.

Batas pengeluaran ini berlaku bagi rekrutmen pemain dan tidak meliputi gaji yang sudah diberikan sesuai dengan kontrak dari pemain-pemain yang ada di dalam skuad.

Tanggal 30 Juni 2022 mendatang menjadi momen berakhirnya periode finansial 2021/22. Mengingat permasalahan finansial di Camp Nou hingga kini belum selesai, kita dapat memperkirakan bahwa batas pengeluaran Barca untuk musim 2022/23 mendatang tidak akan berbeda jauh dibandingkan musim sebelumnya (97 juta Euro).


1. Gerakan Politik Joan Laporta

Joan Laporta
Joan Laporta beberapa kali menyatakan ambisi Barca kembali ke tingkat tertinggi sepak bola Eropa / AFP7/GettyImages

Joan Laporta dan direksinya terus bergerak untuk menyelesaikan permasalahan finansial. Persetujuan sudah diberikan oleh anggota suporter resmi klub terkait penjualan badan usaha komersial Barcelona, sekaligus menjual (maksimal) 25% dari pendapatan hak siar klub.

Tetapi penjualan pemain menjadi bagian yang paling krusial dalam upaya menyelesaikan permasalahan finansial. Ini menjadi penyebab dari usaha Barca melepas Frenkie de Jong ke Manchester United. Setelah membaca ini, mungkin Anda akan merasa bingung karena ingat bahwa Barca juga berusaha mendatangkan pemain-pemain seperti Robert Lewandowski dan Raphinha.

Hal ini bukan sesuatu yang baru dalam sejarah klub ini dalam beberapa tahun terakhir. Barca merasa bahwa mereka harus selalu kompetitif dalam rekrutmen pemain. Kilas balik ke 2017 ketika mereka menjual Neymar ke PSG, dan kemudian menghamburkan pendapatan dari penjualan tersebut untuk mendatangkan berbagai pemain dengan nilai tinggi.

Faktor politik yang ditulis di judul poin ini berkaitan dengan upaya untuk membuat suporter merasa puas dengan kinerja direksi dan manajemen klub. Kondisi ini nampak tidak ideal dalam proses rekrutmen pemain. Setiap pemain yang dihubungi dapat mengajukan pertanyaan (yang tepat) kepada pihak yang mengontak mereka.

“Apakah Barca memiliki kapasitas finansial yang memadai untuk membayar klub dan gaji?” Saat ini, pertanyaan itu sangat sulit untuk dijawab oleh manajemen Blaugrana.

facebooktwitterreddit