Liga Champions

Rio Ferdinand Nilai Taktik Pep Guardiola Kalah Jitu dibanding Thomas Tuchel

Arief Hadi Purwono
Thomas Tuchel dan Pep Guardiola
Thomas Tuchel dan Pep Guardiola / Marc Atkins/Getty Images
facebooktwitterreddit

Banyak diunggulkan untuk menjadi juara, Manchester City nyatanya harus bertekuk lutut di hadapan Chelsea pada laga final Liga Champions tahun ini. Juara Liga Inggris tersebut takluk dengan skor tipis 0-1. Gol Kai Havertz membuyarkan mimpi City untuk bisa mendapatkan gelar Liga Champions perdana.

Menurut mantan pemain yang sekarang menjadi pandit, Rio Ferdinand, kekalahan City di laga tersebut tidak lepas dari kecerdasan memilih taktik. Pria yang membawa Manchester United juara Liga Champions pada 2008 itu menilai Guardiola dikalahkan secara taktik oleh Thomas Tuchel.

Pep Guardiola
Pep Guardiola / Marc Atkins/Getty Images

"Dia mengubah cara bermain tim sepanjang musim, dan itu berdampak pada permainan mereka. Dia selalu memiliki Rodri atau Fernandinho, namun dia tidak melakukan itu hari ini. Dia mengubahnya," jelas Ferdinand seperti dikutip dari Mirror.

"Saya pikir dia punya rencana soal itu, karena dia tedengar percaya diri ketika saya berbicara dengannya.”

“Kita semua tahu bahwa dia punya segudang taktik untuk timnya, dia juga mungkin melihat ada celah di Chelsea namun hari ini Tuchel lah yang terbaik. Caranya mempersiapkan tim membuat ancaman dari City tidak berarti,” tambahnya.

City terpaksa harus melanjutkan puasa gelar Liga Champions, sementara untuk Chelsea ini merupakan klimaks yang mereka idam-idamkan di akhir musim yang cukup menguras emosi.

Gelar Liga Champions tahun ini merupakan yang kedua dalam sejarah tim dan diraih usai Tuchel datang pada Januari lalu menggantikan Frank Lampard.

facebooktwitterreddit