Sutan Zico, Striker Masa Depan Indonesia

Sutan Zico
Sutan Zico / 90min
facebooktwitterreddit

Indonesia tak kekurangan pemain berbakat. Jika saat ini timnas Indonesia dirasa sulit menemukan striker, tengoklah Sutan Diego Armando Ondriano Zico alias Sutan Zico.

Ya, nama Zico sudah sangat mewakili pemain kelas dunia. Namanya merupakan gabungan dari dua nama legenda sepak bola Argentina (Diego Armando Maradona) dan Brasil (Zico).

Zico lahir di Jakarta pada 7 April 2002. Ia merupakan pemain yang bersinar bersama dengan SSB Bina Taruna, Jakarta Timur.

Bakatnya terlihat saat masih membela SSB legendaris itu. Bahkan pemain yang kini berdomisili di Gunung Putri, Bogor, itu pernah bermain di Danone Nations Cup 2014 dan turnamen FC Bayern Youth Cup 2017 di Jerman.

Zico juga pernah membela Chelsea Soccer School Indonesia setelah terpilih dalam program Predator Hunt, yang diselenggarakan Adidas. Ia menjadi kapten Chelsea Soccer School pada 2014.

Tak hanya sampai di situ, Zico juga kapten timnas Indonesia U15 saat terjun di ajang Gothia Cup 2017. Namanya, tercium oleh Fakhri Husaini, pelatih timnas Indonesia U16 ketika itu.

Ditemukan Kurniawan, Jadi Andalan Fahri Husaini

Kurniawan Dwi Yulianto menjadi sosok yang membantu mengorbitkan Zico. Legenda sepak bola Indonesia itu mengajak Zico bergabung dengan Chelsea Soccer Club Indonesia dan berkesempatan tampil di Singapura.

Selain itu, pada 2017 Zico juga berkesempatan menimba ilmu ke Jerman. Ia mengikuti Bayern Youth Cup. Maka tak heran jika pada beberapa kesempatan, Zico menyebut Robert Lewandowski sebagai pemain favoritnya.

Berbekal pengalaman internasional, Fakhri Husaini memasukan namanya ke timnas U16 untuk mengikuti Kualifikasi Piala Asia U16 2018.

Di ajang itulah, nama Zico mulai terdengar. Penampilannya sebagai striker terbilang bagus dan diramal memiliki masa depan cerah. Apalagi saat itu Zico tampil sebagai top scorer babak kualifikasi dengan 10 gol dari 4 pertandingan.

Zico berhasil membawa timnas U16 menjadi juara Grup G kualifikasi dan lolos ke putaran final yang dilangsungkan di Malaysia.

Namun, sebelum mentas di Piala Asia, Zico terlebih dulu membela timnas di ajang Piala AFF U16 2018. Ia sukses membwa timnas U16 menjuarai turnamen tersebut dan mencetak tiga gol sepanjang turnamen.

Setelah menyelsaikan Piala AFF, Zico bersama timnas U16 berangkat ke Piala Asia. Garuda Muda tidak diunggulkan tapi malah keluar sebagai juara Grup C dengan mengalahkan Iran dan bermain imbang melawan Vietnam serta India.

Nama Zico terpampang di papan skor ketika timnas menghadapi Australia di babak perempat-final. Sayang kesempatan menembus Piala Dunia U17 gagal setelah Australia mengakhiri pertandingan dengan skor 3-2.

Akan tetapi, kegagalan tersebut tetap membuat Zico dkk naik kelas ke timnas U19. Begitu juga Fakhri Husaini yang mendapat promosi menukangi timnas U19.

Berjuang Tembus Senior

Zico merupakan pemain berbakat. Selepas timnas, ia bergabung dengan Persija Jakarta. Namun ia tak serta merta naik ke tim senior, Zico harus berjuang dari tim Persija U20 dan mengikuti kompetisi Elite Pro Academy.

Sayangnya, Zico tak kunjung mendapat tempat di tim utama. Di usianya yang menginjak 19 tahun, Zico memilih pergi dari Persija dan bergabung dengan AHHA PS Pati.

"Saya memilih ke PSG Pati karena ingin bermain lebih baik dan mendapatkan menit bermain yang lebih banyak lagi. Karena itu penting untuk saya ke depannya," kata Zico dikutip dari Kumparan.

"Selain itu saya ingin memberikan kontribusi untuk tim ini. Mudah-mudahan saya juga mewujudkan target yang dimiliki oleh tim ini untuk bermain di Liga 1," ia menambahkan.

Ya, Zico memang harus meninggalkan Persija yang merupakan klub favoritnya. Ia harus menambah menit bermain agar dilirik Shin Tae-yong.

Maklum saja, sejak timnas U19 beralih tongkat estafet dari Fakhri Husaini ke Shin Tae-yong, nama Zico kerap terlempar. Padahal, Zico membawa timnas lolos ke putaran final Piala Asia U19 2020 di Uzbekistan.

Pada TC yang dimulai pada 8 Agustus 2020, namanya tak dimasukkan untuk mengikuti TC jangka panjang yang direncanakan bakal ke Korea Selatan atau Eropa.

Tapi, usianya yang masih 19 tahun membuat Zico bisa menjadi pilihan Indonesia di Piala Dunia U20 2023. Apalagi, Zico juga sudah mulai rutin bermain di AHHA PS Pati. Ini menjadi catatan bagi Shin Tae-yong untuk memilih skuad masa depan di ajang kelas Dunia.