PSG

PSG Balas Kritik Javier Tebas Terkait Rekrutmen Pemain

Dananjaya WP
Javier Tebas
Javier Tebas / Pablo Cuadra/Getty Images
facebooktwitterreddit

PSG mendapat sorotan tinggi terkait rekrutmen pemain mereka dalam beberapa tahun terakhir. Raksasa Ligue 1 itu mendapat sorotan yang lebih tinggi pada bursa transfer musim panas yang sudah berakhir. Klub yang bermarkas di Parc des Princes itu mendatangkan Lionel Messi, Achraf Hakimi, Georginio Wijnaldum, Sergio Ramos, Gianluigi Donnarumma, dan Nuno Mendes.

Les Parisiens juga berhasil mempertahankan Kylian Mbappe. Bintang sepakbola Prancis tersebut mendapat tawaran besar dari Real Madrid. PSG disebut menolak tawaran yang mencapai 200 juta Euro bagi Mbappe, dengan kontrak yang akan habis pada akhir musim ini.

Status PSG sebagai klub yang dimiliki oleh Keluarga Kerajaan Qatar sering membuat mereka mendapat kritik. Javier Tebas, kepala La Liga, kembali menyampaikan kritik terkait aktivitas transfer PSG. Kritik tersebut dibalas secara tegas oleh perwakilan manajemen PSG.

“Bukan pertama kalinya, Anda menyerang Ligue 1 dan PSG secara publik, begitu pula dengan para pemain dan supporter di sini. Serangan itu dilakukan dengan hinaan dan pencemaran nama baik, berupa tuduhan bahwa kami melanggar peraturan finansial.”

“Ligue 1, berbeda dengan La Liga, sudah cukup lama memiliki peraturan finansial khusus yang diterapkan dengan tegas. Saat ini sudah cukup banyak klub besar La Liga yang diketahui menghadapi permasalahan utang yang signifikan akibat manajemen yang buruk. Sepakbola Spanyol juga sempat didukung negaranya dalam satu dekade terakhir,” ucap Sekretaris Jenderal PSG, Victoriano Melero, dikutip dari Reuters.

Balasan serupa juga disampaikan oleh LFP (Asosiasi Liga Prancis). LFP menegaskan bahwa Javier Tebas seharusnya fokus kepada permasalahan yang dihadapi oleh La Liga secara keseluruhan.

Secara khusus, permasalahan utang Real Madrid dan Barcelona memang mendapat sorotan tinggi. Madrid dan Barca menjadi dua dari tiga klub yang masih mempertahankan niat untuk menjalankan Liga Super Eropa (ESL) demi memperoleh pendapatan yang lebih tinggi.

facebooktwitterreddit