Elkan Baggott: Hal Menarik Tentang Bintang Baru Timnas Indonesia U19 Ini

Elkan Baggott (kiri) (Foto: Twitter Resmi Ipswich Town)
Elkan Baggott (kiri) (Foto: Twitter Resmi Ipswich Town)

Bek tengah berusia 17 tahun Elkan Baggot tengah mencuri perhatian saat ini karena dipanggil Timnas Indonesia U-19. Lahir di Bangkok, Thailand dan bermain untuk klub Inggris Ipswich Town, Baggot nyatanya dapat membela Timnas Indonesia U-19.

Dia baru-baru ini bergabung dengan rekan setim besutan Shin Tae-young dan dikonfirmasi oleh Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri. Kedatangannya menambah opsi untuk Timnas Indonesia U-19.

"Dengan datangnya Elkan Baggot, pelatih Shin Tae-yong akan memiliki beberapa pilihan pemain untuk lini belakang timnas U-19. Kami berharap Elkan Baggot cepat beradaptasi dengan tim," ucap Indra Sjafri dikutip dari Detik.

"Sangat senang dan bahagia saya dapat kembali bergabung bersama timnas U-19 pada pemusatan latihan di Kroasia. Saya dalam kondisi baik dan siap menjalani menu latihan bersama teman-teman timnas U-19 di sini," ujar Elkan sebagaimana dilansir dari laman resmi PSSI.

Publik bisa jadi penasaran akan sosok Elkan Baggot. Kali ini pun 90min.com akan berbagi informasi atau hal menarik mengenai Elkan Baggot. Berikut penjabaran lengkapnya:

1. Lahir di Thailand, Belum Fasih Berbahasa Indonesia

View this post on Instagram

Sunset city?

A post shared by ELKAN BAGGOTT (@elkanbaggott) on

Elkan Baggott lahir di Bangkok, Thailand pada 23 Oktober 2002. Ayahnya memiliki kewarganegaraan Inggris sementara darah Indonesia datang dari ibunya. Meski Thailand dikabarkan sempat ingin menaturalisasinya, Baggott akhirnya memilih bermain untuk Timnas Indonesia.

Kendati demikian bahasa Indonesia Elkan Baggot belum fasih. Dia mengakui memahami ketika orang berbicara bahasa Indonesia, namun hanya beberapa kata yang dapat diucapkannya.

2. Bek Tengah Ideal

Bertinggi badan 194 cm Baggott memiliki postur tubuh ideal dalam menjalankan perannya sebagai bek tengah. Baru ini produk akademi Ipswich Town menjalankan debut profesionalnya di tim utama ketika tampil melawan Gillingham.

Ipswich menang 2-0 atas Gillingham dan Baggot bermain penuh selama 90 menit. Media Inggris East Anglia Daily Time (EADT) memberikan penilaian bagus mengenai performa Baggot di laga itu.

Meski sempat bermain tegang di awal laga dan banyak melepaskan bola dengan terburu-buru, Baggot perlahan bermain lebih rileks dan dapat membaca permainan dengan baik dan konsisten. Baggott juga punya keunggulan duel bola udara.

3. Dua Bek Idola Elkan Baggott

Sebagai bek tengah idola Baggott tidak jauh dari posisi tersebut. Satunya legenda Manchester United dan satunya lagi bek tengah Liverpool saat ini. Siapa mereka?

Dua bek yang dimaksud Baggott adalah Rio Ferdinand yang bermain untuk United pada medio 2002-2014, sementara satunya lagi adalah Virgil van Dijk.

'Idola saya sebenarnya ada dua. Saat ini adalah Virgil van Dijk dan sebelumnya Rio Ferdinand. Gaya permainan saya dasarnya mirip dengan mereka," ungkap Baggott dikutip dari situs resmi PSSI via YouTube.


"Rio Ferdinand dan Virgil van Dijk merupakan definisi dari bek tengah berkualitas. Jadi saya mencoba bermain berdasarkan pada kedua pemain tersebut."

4. Hobi Main Golf

View this post on Instagram

⚽️?

A post shared by ELKAN BAGGOTT (@elkanbaggott) on

"Kompetisi sedang libur. Saya sering bermain golf untuk mengisi waktu," ucap Elkan Baggot di channel YouTube Yussa Nugraha.


Hobi bermain golf itu kurang lebihnya seperti bintang asal Wales yang baru pindah dari Real Madrid ke Tottenham Hotspur Gareth Bale. Tak masalah tentunya selama tidak menganggu pekerjaan profesionalnya sebagai pesepak bola.

5. Cedera Panjang

View this post on Instagram

You live and you learn?

A post shared by ELKAN BAGGOTT (@elkanbaggott) on

Cedera apalagi yang serius adalah suatu hal yang mengkhawatirkan dan ingin dihindari oleh pesepak bola profesional. Sayangnya hal itu terjadi kepada Elkan Baggott kala ia cedera di bagian pelvis dan butuh waktu lama sembuh.

"Lima bulan cedera di pelvis. Itu tulang dan butuh waktu lama untuk sembuh jadi tak bagus. Ketika saya sudah pulih datang situasi (virus) corona. Semoga tahun depan dapat kesempatan main," ucap Baggot yang masuk akademi Ipswich pada 2019 dengan beasiswa dua tahun.