Manchester City

Pep Guardiola Tetap Mendapat Dukungan dari Manajemen Manchester City

Dananjaya WP
Pep Guardiola
Pep Guardiola / Michael Regan/Getty Images
facebooktwitterreddit

Manchester City menjuarai Liga Inggris dan Piala Liga musim 2020/21, melanjutkan dominasi domestik mereka dalam beberapa musim terakhir. Walau demikian, kegagalan di final Liga Champions memberi sorotan tinggi. City mencapai tahap kompetisi tersebut untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Kinerja Pep Guardiola sebagai manajer mendapat kritik yang berat dari berbagai pihak. Guardiola mengambil keputusan untuk menggunakan sistem permainan yang agresif. Fernandinho maupun Rodri yang dapat digunakan sebagai gelandang bertahan tidak diturunkan sejak awal.

Keputusan tersebut dianggap menjadi faktor mengapa Kai Havertz dapat mencetak gol dari serangan balik setelah Timo Werner menarik Ruben Dias keluar dari posisinya. Meskipun Guardiola mendapat kritik setelah melanjutkan puasa gelar di tingkat kontinental, ia tetap menerima dukungan dari Khaldoon Al Mubarak, CEO klub.

“Kerja sama dengan Pep Guardiola menghasilkan hubungan yang luar biasa. Guardiola berada dalam lingkungan yang tepat untuknya, dengan infrastruktur pendukung yang memadai. Kami memiliki rasa percaya diri satu sama lain, dan hubungan ini akan terus berlangsung,” ucap Al Mubarak dalam wawancara akhir tahun kepada pihak klub.

Al Mubarak menyampaikan pernyataan tersebut untuk meningkatkan keyakinan suporter Manchester City. Reaksi negatif juga diberikan oleh suporter klub tersebut setelah mendapat kekalahan dalam laga final Liga Champions.

Setelah mengakhiri musim 2020/21 dengan kesuksesan di tingkat domestik, Al Mubarak mengatakan upaya untuk terus meraih kesuksesan akan tetap dilakukan musim demi musim.

facebooktwitterreddit