7 Pemain yang Diremehkan pada Musim 2021/22

Thabut Courtois menjadi salah satu dari 7 pemain yang diremehkan pada musim 2021/22
Thabut Courtois menjadi salah satu dari 7 pemain yang diremehkan pada musim 2021/22 / Soccrates Images/GettyImages
facebooktwitterreddit

Setelah kompetisi liga-liga sepak bola berakhir pada Mei lalu, musim 2021/22 menghadirkan banyak rangkuman menarik yang patut disimak.

Salah satunya soal kehadiran para pemain yang diremehkan meskipun memberikan kontribusi besar terhadap kesuksesan timnya. Bahkan, seorang pemain yang berperan penting dalam kesuksesan Real Madrid meraih trofi Liga Champions juga sempat dipinggirkan sebagai yang terbaik di posisinya.

Berikut adalah 7 pemain yang diremehkan pada musim 2021/22, sebagian besar di antara mereka menutup musim dengan trofi bersama klubnya.


7. Daichi Kamada (Frankfurt)

Daichi Kamada
Eintracht Frankfurt v Rangers FC - UEFA Europa League Final 2021/22 / James Williamson - AMA/GettyImages

Daichi Kamada menjadi salah satu pemain asal Jepang yang meramaikan Bundesliga dalam beberapa tahun terakhir. Namun, sejak era Shinji Kagawa berakhir, belum ada lagi pemain Jepang maupun Asia di Bundesliga yang mampu menyamai kebintangan Kagawa.

Akan tetapi, Kamada dianggap memiliki potensi besar untuk menjadi sebesar Kagawa atau melebihi eks bintang Manchester United tersebut. Berbekal trofi Liga Europa yang dia persembahkan untuk Frankfurt musim 2021/22 dan kontribusi konsisten di lini tengah, Kamada sepertinya siap menapakkan kariernya lebih tinggi.


6. Cristiano Ronaldo (Manchester United)

Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo / Soccrates Images/GettyImages

Nama besar Cristiano Ronaldo rupanya tak menjadi jaminan dia akan mendapatkan sambutan yang sepenuhnya hangat saat memutuskan kembali ke Manchester United pada musim panas 2021. Ronaldo dinilai terlalu tua, egois, merusak harmonisasi tim, dan masih banyak lagi.

Ronaldo menjawab semua kritikan itu dengan 18 gol yang dilesakkannya di kompetisi Liga Inggris dan enam gol di Liga Champions. Sama sekali bukan catatan yang buruk.


5. Patrick Schick (Bayer Leverkusen)

Patrik Schick
Patrik Schick, Bayer 04 Leverkusen - Bundesliga / Alex Grimm/GettyImages

Pemain asal Ceska ini menorehkan 24 gol di Bundesliga musim ini untuk Bayer Leverkusen, sebuah peningkatan drastis dari dua musim beruntun sebelumnya ketika dia hanya mencetak 10 dan sembilan gol. Patrik Schick agak sedikit kurang beruntung karena harus bersaing dengan Robert Lewandowski yang mencetak 35 gol musim 2021/22 dan membuat catatannya terlihat kurang impresif.

Namun, mengingat Robert Lewandowski sudah menyatakan niatnya untuk bergabung ke Barcelona, Schick mungkin bisa menjadi pemilik trofi top skor Bundesliga pada masa mendatang.


4. Fikayo Tomori (AC Milan)

Fikayo Tomori
Fikayo Tomori, AC Milan - Serie A / Jonathan Moscrop/GettyImages

Dibuang dari Chelsea karena dianggap tak layak menjadi pilar utama di lini belakang, Fikayo Tomori memilih tak patah arang dan berusaha membuktikan kemampuannya di bawah kepelatihan Stefano Pioli.

Tomori tak butuh waktu lama untuk merebut posisi utama dan tampil konsisten di jantung pertahanan Milan. Pemain asal Inggris itu bahkan memiliki peran penting dalam kesuksesan Milan menjadi juara Serie A 2021/22.


3. Sandro Tonali (AC Milan)

Sandro Tonali
Sandro Tonali / Claudio Villa/GettyImages

Satu sosok lainnya yang berperan dalam kesuksesan Milan mengakhiri paceklik gelar Serie A selama 11 tahun, Sandro Tonali. Kepiawaiannya mendikte permainan Milan dari lini tengah membuat Tonali kerap dibandingkan dengan Andrea Pirlo.

Permainan Tonali memang khas pemain Italia pada umumnya yang sangat mengandalkan kecerdasan taktikal ketimbang mengumbar kekuatan secara fisik. Tonali pun diprediksi akan menjadi bintang Italia di masa depan mengingat usianya baru menginjak 22 tahun pada 2022 ini.


2. Tammy Abraham (AS Roma)

Tammy Abraham
Tammy Abraham, AS Roma / Silvia Lore/GettyImages

Tammy Abraham juga menjadi salah satu pemain yang dibuang Chelsea dan sukses bersinar di kancah Serie A. Seperti halnya Tomori, Abraham juga sukses mempersembahkan trofi untuk AS Roma setelah berkontribusi penting dalam kompetisi UEFA Conference League, ketika gol sundulannya menembus gawang Leicester di semifinal dan menjadi penentu kemenangan timnya.

Total, Abraham mencetak 27 gol di semua kompetisi untuk AS Roma. Sebuah catatan yang luar biasa untuk seorang pemain yang menginjakkan kaki di tim barunya.


1. Thibaut Courtois (Real Madrid)

Thibaut Courtois
Thibaut Courtois, Real Madrid / Jonathan Moscrop/GettyImages

Setelah tampil heroik menghadapi gempuran pemain Liverpool di partai final Liga Champions yang digelar akhir pekan lalu, Thibaut Courtois menyatakan kegembiraannya karena berhasil membuktikan kualitasnya sebagai penjaga gawang.

Courtois rupanya cukup kesal ketika sebuah media sepak bola ternama asal Inggris tidak memasukkannya dalam daftar 10 kiper terbaik musim meski tampil gemilang dan akhirnya sukses mempersembahkan dua gelar untuk Real Madrid.

Courtois tak hanya tampil gemilang dalam final yang dihelat di Paris tersebut, tetapi juga menjadi pemain terbaik partai final. Sepertinya, ada yang harus meralat sebuah daftar.