OPINI: Jangan Remehkan Peran Sergio Ramos di Real Madrid
Oleh Kemas Trimukti

Tukang jegal? Pemain Licik? Mungkin itu adalah ada yang di dalam benak kalian ketika mendengar nama kapten Real Madrid, Sergio Ramos.
Ya, memang tidak ada salahnya apabila masih banyak yang beranggapan seperti itu lantaran dirinya sering menerima kartu merah dengan catatan 26 kali dalam sepanjang karier sepakbolanya.
Terlepas dari hal-hal kontroversial yang pernah dilakukan Ramos, kita tidak bisa menghilangkan peran pemain berusia 34 tahun itu dalam membawa Los Blancos merengkuh gelar juara La Liga untuk ke-34 kalinya di musim 2019/20 ini.
?️ Sergio Ramos: "This is a reward for our hard work, determination and balanced approach."#UCL | #MondayMotivation pic.twitter.com/oSN50OeHTH
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) July 27, 2020
Selain Ramos adalah sosok kapten yang mempunyai kewajiban untuk memimpin rekan-rekan di atas lapangan, dirinya juga mempunyai kontribusi apik saat membantu penyerangan maupun lini pertahanan.
Menurut saya, minimnya ketajaman lini serang yang dimiliki klub asuhan Zinedine Zidane pada musim ini, sepertinya membuat Ramos lebih mengeruhkan tajinya dalam mencetak gol.
Ramos memang lebih sering mencetak gol dari penalti lantaran enam dari 11 golnya terlahir dari titik putih dan banyak yang beranggapan jika itu hanya keberuntungan semata.
Sergio Ramos has scored EVERY single one of the last 21 penalty kicks that he has taken. pic.twitter.com/7HPrSFNEwn
— Real Madrid Stats (@RMadrid_Stats) July 2, 2020
Namun Anda lupa bila pemain asal Spanyol itu adalah seorang bek yang seharusnya tidak mempunyai kewajiban akan hal itu, namun dirinya justru siap mendapatkan tanggung jawab besar untuk selalu mengambil tendangan penalti.
Mental tinggi yang dimiliki Ramos sepertinya sudah harus patut diancungi jempol lantaran bisa membuat perubahan dari permainan Los Blancos di musim ini.
Sudah membahas perannya di lini serang, kini kita melihat saat melakukan pertahanan. Kini, nampaknya predikat Ramos sebagai tukang jegal sudah kuno lantaran dirinya secara kita sadari sudah tak pernah mendapatkan kartu merah di ajang La Liga.
La Liga goals:
— ESPN FC (@ESPNFC) July 21, 2020
Sergio Ramos -72
Ronaldinho - 70
Diego Costa - 70
Neymar - 68 pic.twitter.com/IZCQzpuGtA
Terakhir kali, Ramos diusir wasit terjadi di laga Liga Champions melawan Manchester City di bulan Februari 2019 lalu.
Jadi saya beranggapan apabila perubahan signifikan yang terjadi dalam diri Ramos sangat berdampak besar dalam proses terjadinya Real Madrid menjadi juara di liga domestik. Karena catatan El Real saat dirinya dimainkan sangat impresif.
Catatan Ramos ketika bermain untuk klub asuhan di Los Blancos dalam ajang La Liga musim ini, mencetak 11 gol, mengoleksi clean sheet 17 kali dan alami kebobolan sebanyak 24 kali.
Peran besar dari Ramos lah yang juga membuat Thibaut Courtois berhasil menghentikan dominasi Jan Oblak untuk meraih Zamora Trophy (kiper terbaik La Liga).
⛔?? CLEAN SHEET KING!
— Real Madrid C.F. ???? (@realmadriden) July 24, 2020
? @thibautcourtois
? Zamora Trophy 2019/20 #34Ligas | #RMLiga pic.twitter.com/YjErvEgTkv
Jadi menurut saya, Zinedine Zidane benar-benar beruntung melihat Ramos tidak terlalu mempunyai masalah cedera di musim ini lantaran hanya absen tiga pertandingan pada kompetisi La Liga yang membuat Zizou terus-menerus menggunakan jasanya.
Captain. Leader. Legend.
— Juliet Bawuah (@julietbawuah) July 19, 2020
Sergio Ramos scored his 11th #LaLiga goal this season for Real Madrid, who had wrapped up the title in their previous game.#3sports pic.twitter.com/pxM5WVsHGV
Peran dari Ramos akhirnya terbayar saat Real Madrid menjadi juara kompetisi tertinggi Spanyol. Jadi, dirinya benar-benar terlihat menjadi peran utama Los Blancos dalam melakukan penyerangan ataupun pertahanan.