OPINI: Jangan Remehkan Peran Sergio Ramos di Real Madrid

Sergio Ramos
Sergio Ramos | Eurasia Sport Images/Getty Images

Tukang jegal? Pemain Licik? Mungkin itu adalah ada yang di dalam benak kalian ketika mendengar nama kapten Real Madrid, Sergio Ramos.

Sergio Ramos
Real Madrid | Denis Doyle/Getty Images

Ya, memang tidak ada salahnya apabila masih banyak yang beranggapan seperti itu lantaran dirinya sering menerima kartu merah dengan catatan 26 kali dalam sepanjang karier sepakbolanya.

Terlepas dari hal-hal kontroversial yang pernah dilakukan Ramos, kita tidak bisa menghilangkan peran pemain berusia 34 tahun itu dalam membawa Los Blancos merengkuh gelar juara La Liga untuk ke-34 kalinya di musim 2019/20 ini.

Selain Ramos adalah sosok kapten yang mempunyai kewajiban untuk memimpin rekan-rekan di atas lapangan, dirinya juga mempunyai kontribusi apik saat membantu penyerangan maupun lini pertahanan.

Menurut saya, minimnya ketajaman lini serang yang dimiliki klub asuhan Zinedine Zidane pada musim ini, sepertinya membuat Ramos lebih mengeruhkan tajinya dalam mencetak gol.

Ramos memang lebih sering mencetak gol dari penalti lantaran enam dari 11 golnya terlahir dari titik putih dan banyak yang beranggapan jika itu hanya keberuntungan semata.

Namun Anda lupa bila pemain asal Spanyol itu adalah seorang bek yang seharusnya tidak mempunyai kewajiban akan hal itu, namun dirinya justru siap mendapatkan tanggung jawab besar untuk selalu mengambil tendangan penalti.

Mental tinggi yang dimiliki Ramos sepertinya sudah harus patut diancungi jempol lantaran bisa membuat perubahan dari permainan Los Blancos di musim ini.

Sudah membahas perannya di lini serang, kini kita melihat saat melakukan pertahanan. Kini, nampaknya predikat Ramos sebagai tukang jegal sudah kuno lantaran dirinya secara kita sadari sudah tak pernah mendapatkan kartu merah di ajang La Liga.

Terakhir kali, Ramos diusir wasit terjadi di laga Liga Champions melawan Manchester City di bulan Februari 2019 lalu.

Jadi saya beranggapan apabila perubahan signifikan yang terjadi dalam diri Ramos sangat berdampak besar dalam proses terjadinya Real Madrid menjadi juara di liga domestik. Karena catatan El Real saat dirinya dimainkan sangat impresif.

Catatan Ramos ketika bermain untuk klub asuhan di Los Blancos dalam ajang La Liga musim ini, mencetak 11 gol, mengoleksi clean sheet 17 kali dan alami kebobolan sebanyak 24 kali.

Peran besar dari Ramos lah yang juga membuat Thibaut Courtois berhasil menghentikan dominasi Jan Oblak untuk meraih Zamora Trophy (kiper terbaik La Liga).

Jadi menurut saya, Zinedine Zidane benar-benar beruntung melihat Ramos tidak terlalu mempunyai masalah cedera di musim ini lantaran hanya absen tiga pertandingan pada kompetisi La Liga yang membuat Zizou terus-menerus menggunakan jasanya.

Peran dari Ramos akhirnya terbayar saat Real Madrid menjadi juara kompetisi tertinggi Spanyol. Jadi, dirinya benar-benar terlihat menjadi peran utama Los Blancos dalam melakukan penyerangan ataupun pertahanan.