OPINI: Chelsea Gagal Raih Poin Penuh, Frank Lampard Tak Seharusnya Salahkan Pemain

Frank Lampard
Frank Lampard | Matthias Hangst/Getty Images

Chelsea dihadapkan dengan ekspektasi yang cukup tinggi di musim 2020/21, usai terkena sanksi embargo transfer di musim sebelumnya, klub asal London tersebut tidak main-main dalam menambah kekuatan skuadnya, total sudah ada tujuh pemain yang direkrut, antara lain Hakim Ziyech, Timo Werner, Ben Chilwell, Malang Sarr, Thiago Silva, Kai Havertz dan terakhir Edouard Mendy.

Kini sudah tiga pertandingan yang dimainkan The Blues di Liga Inggris, dengan rincian satu kemenangan (vs Brighton and Hove Albion, satu kekalahan (vs Liverpool) serta satu hasil imbang (vs West Brom).

Di pertandingan terakhir kontra West Brom, secara tak terduga mereka tertinggal 3-0 di babak pertama, dua gol yang dicetak Callum Robinson di menit keempat dan 25 diawali dari kesalahan individual yang dilakukan Marcos Alonso dan Thiago Silva. Sementara untuk gol ketiga, Reece James juga hanya bisa terpaku melihat bola kembali masuk ke dalam gawang timnya.

Beruntung, The Blues terhindar dari kekalahan dan menutup laga dengan skor 3-3 lewat gol tiga pemain yang berasal dari akademi, yakni Mason Mount, Callum Hudson-Odoi dan, Tammy Abraham.

Seusai pertandingan, sebuah pernyataan menarik sekaligus mengejutkan disampaikan Frank Lampard, pelatih berusia 42 tahun itu seperti menyalahkan pemainnya karena The Blues gagal meraih kemenangan.

"Kesalahan, jelas kesalahan. Gol pertama, Marcos Alonso menyundul bola ke tengah lapangan sehingga lawan bisa melakukan transisi. Thiago Silva juga membuat satu kesalahan. Alonso lalu kehilangan pemain yang ia jaga untuk gol ketiga dari tendangan sudut."

Frank Lampard.

Ya, mungkin Alonso dan Thiago Silva memang membuat kesalahan yang berujung pada gol ke gawang Chelsea, tetapi seharusnya Lampard bisa lebih bijak dalam menyampaikan komentar seusai pertandingan.

Bukan hanya itu, pemilihan susunan pemain yang dilakukan Lampard juga kerap mengundang tanda tanya, bukan sekali dua kali dia memasang pemain bukan di posisi terbaiknya atau bahkan malah memainkan pemain yang sedang tidak dalam bentuk performa terbaik.

Posisi bek kiri misalnya, di pertandingan sebelumnya kontra Barnsley, Lampard menjadikan Emerson Palmieri sebagai starter--kepercayaan yang diberikan sang pelatih juga dibayar lunas dengan performa apik. Rekrutan anyar, Ben Chilwell yang bermain selama 24 menit langsung menorehkan assist yang kemudian dikonversi menjadi gol oleh Olivier Giroud.

Pertanyannya: Jika Lampard tidak yakin dengan Marcos Alonso, mengapa dirinya tetap memasang pemain asal Spanyol itu sebagai starter? Mengapa dirinya tidak memberikan kesempatan pada Emerson atau Chilwell? Kedua pemain di atas bahkan tidak ada di dalam skuad yang dibawa ke The Hawthorns.

Andai Emerson dan Chilwell tidak berada dalam kondisi fit, sebenarnya kapten tim, Cesar Azpilicueta juga bisa ditempatkan sebagai bek kiri, hal tersebut juga dilakukan Lampard di paruh kedua, hasilnya lini belakang jauh lebih solid dan serangan dari sisi kiri juga membuat permainan The Blues jauh lebih hidup.

Kegagalan Chelsea memetik poin penuh tentu tidak bisa 100 persen disalahkan pada kesalahan individual yang dilakukan para pemain, Lampard sebagai pelatih juga tentu memiliki pengaruh, karena dia adalah sosok yang menentukan starting XI.

Ada baiknya pula jika pelatih kelahiran Romford, Essex, Inggris tersebut tidak terus menerus menyoroti kesalahan individual yang dilakukan anak asuhnya, akan lebih bijak jika Lampard mengakui bahwa taktik dan strategi yang timnya gunakan tidak berjalan dengan baik atau akuilah jika para pemain memang tampil buruk.

Kini, Lampard sepertinya masih harus banyak belajar soal manajemen kepelatihan, masih banyak waktu untuk top skorer sepanjang masa Chelsea itu untuk memperbaiki hal-hal sepele namun penting seperti ini, karena jika tidak bukan tidak mungkin Lampard malah akan kehilangan jabatannya sebagai pelatih--kita semua sudah tahu bagaimana tegas dan 'kejamnya' Roman Abramovich.