Berita Sepakbola

Mengapa Perpisahan EA Sports dan FIFA Berdampak Besar Bagi Industri Gim Sepak Bola

Dananjaya WP
Potensi dampak besar dari perpisahan EA Sports dan FIFA
Potensi dampak besar dari perpisahan EA Sports dan FIFA / Patrick T. Fallon/Bloomberg, Jakub Porzycki/NurPhoto, Mohammad Karamali/vi/DeFodi Images / GettyImages
facebooktwitterreddit

Pada Selasa (10/5) EA Sports dan FIFA mengumumkan kegagalan untuk menyepakati kesepakatan perpanjangan dalam kerja sama yang berlangsung selama nyaris 30 tahun. EA Sports memegang lisensi untuk mengembangkan seri gim sepak bola FIFA sejak 1993. Gim sepak bola yang dikembangkan EA Sports dengan nama FIFA akan berakhir pada edisi FIFA 23.

Seri gim FIFA yang dikembangkan dan diterbitkan oleh EA Sports menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah modern industri gim. Kali ini kami akan membahas mengapa perpisahan keduanya – seberapa lama itu berlangsung – dapat memberi dampak besar, tidak hanya bagi gim sepak bola, tetapi juga industri gim secara keseluruhan.


5. Awal Kerja Sama EA Sports dan FIFA

FBL-FIFA-WC-2026
Logo FIFA / MICHAEL BUHOLZER/GettyImages

Sepanjang sejarah perkembangan industri gim dan sepak bola, terdapat berbagai studio yang mengembangkan dan menerbitkan berbagai gim sepak bola. Mulai dari yang dibuat untuk mendekati realita seperti PES/Winning Eleven/eFootball, yang menonjolkan aspek simulasi seperti Championship/Football Manager, hingga gim yang tidak masuk akal seperti Super Shoot Soccer dan Captain Tsubasa.

EA dapat disebut sebagai perusahaan gim yang beruntung ketika mendapatkan lisensi untuk mengembangkan gim dengan lisensi FIFA pada 1993. Awalnya, gim ini menggunakan nama FIFA International Soccer dan dirilis untuk konsol Sega Mega Drive dan berbagai konsol lainnya pada 1994.

Sejak saat itu, EA melalui studio Extended Play Productions (1993-97), EA Vancouver (1997-kini), dan EA Rumania (2016-kini) terus merilis seri gim FIFA secara tahunan. Perkembangan berlangsung seiring dengan peningkatan kualitas teknologi yang dapat digunakan, mulai dari grafis, animasi, hingga upaya pemindaian wajah dan badan pemain-pemain bintang yang ada di dalam gim.

Perkembangan sepak bola sebagai olahraga yang disaksikan oleh jutaan orang di berbagai belahan dunia juga mendorong perkembangan seri gim FIFA menjadi gim yang memiliki tingkat penjualan tinggi, tidak hanya dari gim sepak bola, tetapi dalam industri gim secara keseluruhan.


4. Langkah yang Mengubah Industri Gim Global

Andrew Wilson
Andrew Wilson, CEO EA / Christian Petersen/GettyImages

Apabila Anda mengenal EA (dan EA Sports) melalui seri gim FIFA, mungkin perkembangan raksasa industri gim ini cukup asing. EA tidak hanya perusahaan gim yang mengembangkan dan menerbitkan gim sepak bola dan olahraga lainnya. EA, melalui deretan studio yang mereka miliki, dikenal dengan gim dalam berbagai genre.

The Sims, Need for Speed, Command & Conquer, Battlefield, Dead Space, Dragon Age, hingga Mass Effect. EA dikenal sebagai perusahaan yang dapat mendirikan, mengakuisisi, hingga menutup berbagai studio yang mereka miliki. Pada periode akhir 1990an hingga awal 2000an, FIFA tidak dapat disebut sebagai seri gim terbaik yang dimiliki EA, baik dari segi komersial maupun penilaian dari review kritik serta media.

Perubahan signifikan terjadi mulai dari musim 2006/07. EA yang saat itu memiliki lisensi Liga Champions, merilis gim khusus. Langkah ini dilakukan untuk memanfaatkan lisensi yang dimiliki demi meningkatkan pendapatan, sekaligus membuka kesempatan untuk melakukan inovasi.

Inovasi yang ada dalam gim Liga Champions saat itu adalah mode membentuk tim dengan membeli kartu. Saat itu, pembelian kartu tidak dapat dilakukan dengan menggunakan uang nyata, melainkan dengan mata uang yang ada di dalam gim. Mode ini bertahan dalam gim EA hingga 2009, ketika mereka tidak memperpanjang lisensi Liga Champions.

Namun, mode yang dikenal dengan nama Ultimate Team kemudian dimasukkan ke dalam seri gim FIFA. Matt Prior, salah satu pengembang gim di EA Sports – yang kemudian diangkat menjadi Direktur Kreatif seri FIFA, memberikan saran untuk mempertahankan mode permainan ini.

Ide dari Matt Prior mendapatkan dukungan yang signifikan dari sosok yang – saat itu – menjabat sebagai Produser Eksekutif FIFA 09, Andrew Wilson. Hanya empat tahun kemudian, tepatnya pada 2013, Wilson diangkat menjadi CEO EA, posisi yang dijabatnya hingga kini.

Sejak saat itu, fitur loot box (pembelian paket dengan isi barang di dalam gim) menjadi aspek yang sulit ditinggalkan dalam industri gim secara keseluruhan. FIFA 09 menjadi gim pertama yang menggunakan prinsip pay-to-win (mengeluarkan dana sebanyak mungkin untuk meningkatkan peluang menang dan berkembang di dalam gim) dan menandai era gelap (dan menguntungkan) dalam industri gim.


3. Kontroversi Terkait Perjudian

Keberadaan loot box dalam gim yang diterbitkan EA meningkat signifikan sejak FIFA 09. Seri gim seperti Battlefield, Mass Effect, Need for Speed, hingga Star Wars Battlefront tidak luput dari jangkauannya. Kemampuan untuk mendapatkan item di dalam gim dengan menggunakan mata uang nyata dipandang memiliki kaitan erat dengan perjudian.

Secara umum, item yang ada di dalam gim dimasukkan ke dalam paket yang diacak. Pemain kemudian dapat membayar untuk memperoleh kesempatan mendapatkannya. Untuk seri gim FIFA, pemain di dalam gim ini dapat membeli paket yang berisi kartu yang kemudian digunakan untuk membangun tim yang dapat diadu dengan pemain lainnya di dalam gim.

Isi dalam setiap paket diacak, tetapi terdapat tingkatan harga yang berarti bahwa semakin mahal paket yang Anda beli, maka semakin tinggi pula peluang untuk mendapat kartu berkualitas tinggi. Pada gim FIFA 10 dan 11, mode FIFA Ultimate Team memberi pendapatan 100 juta Dolar Amerika Serikat, yang meningkat menjadi 200 juta Dolar Amerika Serikat pada 2013, dan menjadi 380 juta Dolar Amerika Serikat pada FIFA 14.

Pada 2016, mode permainan Ultimate Team secara keseluruhan (tidak hanya dalam seri gim FIFA) memberi pendapatan sebesar 650 juta Dolar Amerika Serikat per tahun. Berdasarkan data dari laporan keuangan EA pada kuartal pertama 2022, pendapatan dari transaksi di dalam gim yang diterbitkan EA mencapai 1.387 juta Dolar Amerika Serikat – sementara pendapatan dari penjualan gim ‘hanya’ bernilai 438 juta Dolar Amerika Serikat.

Keberadaan mode permainan Ultimate Team juga mengundang kontroversi. EA Sport dan EA tidak asing dengan tuntutan yang berkaitan dengan perjudian di dalam gim mereka. Beberapa negara seperti Belanda, Belgia, dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat membahas hal ini, mengingat seri gim FIFA dirilis dengan label rating 3 tahun ke atas. Tetapi tidak terdapat perkembangan yang menjanjikan dari potensi tuntutan yang dapat diajukan.  

Pada tahun finansial 2022, gim FIFA mencatatkan 150 juta pemain di seluruh dunia. EA dan EA Sports tidak mempermasalahkan pemain yang datang dengan membeli gim mereka dengan harga yang lebih murah, atau bahkan dengan berlangganan dalam produk EA Play atau Xbox Game Pass, mengingat setiap pemain yang datang berpotensi memberi pendapatan dengan bermain dalam mode Ultimate Team.


2. Meragukan Kapabilitas FIFA

Gianni Infantino
Tantangan baru dalam masa kepemimpinan Gianni Infantino di FIFA / Eurasia Sport Images/GettyImages

EA mengumumkan bahwa mereka tidak akan memperpanjang kerja sama mereka dengan FIFA. Lisensi ini akan habis pada 2022. Gim FIFA 23 dan Piala Dunia 2022 akan menjadi gim terakhir dari EA Sports yang menggunakan nama FIFA. Setelah itu, EA akan menggunakan nama EA Sports FIFA.

Kegagalan untuk mencapai kesepakatan ini berawal dari permintaan FIFA untuk memperoleh pendapatan lebih dari penjualan lisensi mereka. Setiap tahun, FIFA memperoleh 150 juta Dolar Amerika Serikat dari penjualan lisensi tersebut. Tariq Panja dari New York Times melaporkan bahwa FIFA menginginkan pendapatan bernilai dua (2) kali lipat, sekaligus hak untuk menjual lisensi itu ke pengembang gim lainnya.

Penolakan dari EA memastikan bahwa FIFA kini harus mencari pengembang gim lain yang berminat. Minat untuk mengembangkan gim sepak bola masih cukup tinggi. Saat ini publik masih menunggu rilis dari gim UFL, peningkatan kualitas eFootball (Konami), sementara seri Football Manager terus berlanjut.

Namun apakah pengembang gim yang ditunjuk oleh FIFA (dan membeli lisensi tersebut) memiliki kapabilitas (dan dana) yang memadai?

“Saya dapat menegaskan bahwa gim otentik, asli hanya dimiliki oleh gim dengan nama FIFA yang juga akan menjadi yang terbaik bagi para pemain dan fans sepak bola. FIFA menjadi satu-satunya nama global dan orisinil, dengan nama FIFA 23 dan seterusnya – gim dengan nama FIFA akan terus menjadi yang terbaik,” ucap Gianni Infantino, Presiden FIFA, dikutip dari PC Gamer.

Ucapan itu hanya dapat dilihat ketika FIFA merilis gim yang tidak dikembangkan oleh EA Sports. Hingga ucapan itu menjadi realita, publik dapat memandangnya dengan skeptis.


1. Spekulasi Mengenai Masa Depan EA

Walaupun EA adalah salah satu perusahaan gim dengan pendapatan tertinggi, masa depan mereka mendapat sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Kabar dari Dylan Byers (media independen Puck) menyatakan bahwa EA terbuka terhadap kemungkinan diakusisi atau merger dengan perusahaan lain.

NBC Universal disebut sebagai salah satu perusahaan yang nyaris melakukan akuisisi tersebut. Proses merger antara NBCUNiversal dan EA sempat dibicarakan, dan akan menempatkan Andrew Wilson (CEO EA) sebagai pemimpin dari entitas gabungan.

Selain itu, EA juga disebut dapat diakuisisi oleh Disney, Apple, hingga Amazon. Berkaitan dengan FIFA (dan gim olahraga lainnya), Disney mengincar waralaba yang dimiliki EA Sports akibat adanya potensi memanfaatkan kepemilikan mereka di media ESPN.

Perubahan entitas di EA dapat memberi dampak signifikan terhadap seri gim sepak bola yang mereka kembangkan dan terbitkan. Sayangnya, perubahan ini sepertinya tidak akan memberi dampak terhadap model loot box yang dikembangkan Wilson sejak 2009 dan terus memberi keuntungan hingga kini.

facebooktwitterreddit