Berita Sepakbola

Mengapa Penjualan Jersey Tidak Menutupi Biaya Transfer Pemain

Dananjaya WP
Mengakhiri mitos penjualan jersey pemain menutup biaya transfer
Mengakhiri mitos penjualan jersey pemain menutup biaya transfer / Antoine Gyori/ Corbis, Michael Reaves, Robbie Jay Barratt - AMA / Getty Images
facebooktwitterreddit

Kepindahan seorang pemain bintang dari klub A ke klub B mengundang sorotan dari berbagai aspek. Mulai dari biaya yang dikeluarkan, gaji yang diberikan, hingga durasi kontrak.

Kadang, terdapat kepindahan pemain bintang yang membuat klub yang mendatangkannya disorot terkait penjualan jersey. Terdapat asumsi bahwa penjualan jersey seorang pemain bintang dapat menutupi biaya transfer yang dikeluarkan klub yang mendatangkannya hingga menutupi pengeluaran untuk gaji pemain yang bersangkutan.

Kali ini kami akan membahas mengapa itu hanyalah mitos belaka.


3. Awal dari Munculnya Kesalahan Persepsi

David Beckham
Kepindahan David Beckham ke Real Madrid dari Manchester United pantas disebut sebagai awal dari berkembangnya mitos ini / Stuart Franklin/GettyImages

Daniel Geey, dalam buku berjudul Done Deal, menyatakan bahwa pemberitaan mengenai penjualan jersey pemain yang dipandang dapat menutupi nilai transfer atau gaji mulai terjadi ketika David Beckham pindah ke Real Madrid. Kedatangan Beckham ke Madrid dari Manchester United pada 2003 memang memberi dampak signifikan.

Perubahan terjadi di Spanyol dan dunia secara keseluruhan, terutama bagaimana media dan suporter memandang pemain bintang di sebuah klub. Tetapi penjualan jersey mantan pemain Timnas Inggris itu nyatanya tidak dapat dikatakan menutupi biaya transfer yang dikeluarkan Los Blancos untuk mendatangkannya ke Santiago Bernabeu.

Sejak saat itu, kepindahan pemain bintang beberapa kali diiringi penyebaran mitos seperti ini, mulai dari kicauan di media sosial yang kemudian diangkat menjadi berita, dibicarakan di media sosial, dan kemudian menjadi siklus yang tidak berhenti.

Naratif seperti ini juga muncul ketika Paul Pogba kembali ke Manchester United dari Juventus (2016), saat Cristiano Ronaldo pindah ke Real Madrid dari Juventus (2018), atau saat Neymar mengejutkan dunia ketika pindah ke PSG dari FC Barcelona (2017), begitu pula saat Lionel Messi tidak dapat memperpanjang kontraknya di Barca dan kemudian pindah ke Prancis.


2. Kesepakatan Klub dengan Penyedia Apparel

Kunci untuk mengakhiri mitos ini adalah kesepakatan antara klub dan penyedia apparel. Manchester United dan Adidas menyepakati kerja sama apparel bernilai 750 juta Paun dalam rentang waktu sepuluh (10) tahun mulai dari musim 2015/16. Chelsea dan Nike memiliki kesepakatan bernilai 60 juta Paun per tahun. Liverpool dan Nike memiliki kesepakatan bernilai 30 juta Paun per tahun (150 juta Paun dalam waktu lima tahun).

Itu hanya sebagian dari contoh kesepakatan antara klub dan perusahaan penyedia apparel. Klub (terutama klub-klub besar) memperoleh keuntungan yang signifikan dari kesepakatan tersebut. Selama ini nilai dari kesepakatan tersebut menjadi fokus utama akibat keuntungan yang diberikan kepada klub.

Sementara bagaimana dengan perusahaan penyedia apparel? Sebagai penyedia apparel, tentunya keuntungan diperoleh dari penjualan barang yang mereka produksi. Mulai dari jersey, jaket, baju latihan, hingga berbagai produk lainnya yang berkaitan dengan klub tersebut.

Memahami itu, tidak ada ruang bagi perusahaan apparel untuk memberikan seluruh pendapatan dari penjualan jersey kepada klub yang bersangkutan. Kesepakatan terpisah juga dapat dicapai dalam bentuk royalti. Kesepakatan ini umumnya dapat dipenuhi apabila jersey yang dijual mencapai tingkat tertentu, dalam angka jutaan jersey.


1. Kesalahan Persepsi Mengenai Pengaruh Pemain Bintang

Faktor utama dari pembahasan ini adalah kepindahan Robert Lewandowski ke Barcelona dari Bayern Munchen. Barca, di tengah krisis finansial mereka yang masih berlangsung, mengeluarkan biaya 45 juta Euro untuk mendatangkan Lewandowski. Biaya transfer ini juga dapat meningkat menjadi 50 juta Euro.

Terdapat kabar yang menyatakan bahwa Barca memperkirakan mereka akan memperoleh 20 juta Euro dari penjualan jersey Lewandowski. Apakah jersey Lewandowski memiliki daya tarik yang tinggi? Tentu. Lewandowski adalah salah satu bintang di sepak bola Eropa dan penjualan jerseynya berpotensi mencapai tingkat yang tinggi.

Tetapi apakah penjualan jersey mantan pemain Borussia Dortmund itu dapat memberikan 20 juta Euro secara langsung kepada Barcelona? Belum tentu. Umumnya klub memperoleh 10 hingga 20% dari penjualan jersey ketika mencapai tingkat penjualan jersey tertentu (umumnya 1 juta jersey).

Berdasarkan informasi dari laman toko daring Barcelona, jersey dengan nama Lewandowski (tanpa nomor punggung) memiliki harga 104,99 Euro (edisi replika) sementara edisi player-issue (kualitas jersey yang digunakan pemain di lapangan) bernilai 159,99 Euro.

Apabila menggunakan nilai royalti 10%, maka pembayaran royalti untuk edisi replika bernilai 10,499 Euro, sementara edisi player-issue bernilai 15,99 Euro. Seandainya penjualan jersey Barca dapat mencapai 1 juta, untuk memperoleh pendapatan 20 juta Euro mereka kemudian harus menjual sekitar 2 juta jersey edisi replika atau 1,25 juta jersey edisi player-issue.

facebooktwitterreddit