Premier League

Man City 1-0 Chelsea: Hasil Pertandingan dan Rating Pemain - Liga Inggris 2021-2022

Arief Hadi Purwono
Manchester City v Chelsea - Premier League
Manchester City v Chelsea - Premier League / Robbie Jay Barratt - AMA/GettyImages
facebooktwitterreddit

Manchester City tak terbendung. Menjamu rival dalam persaingan titel Liga Inggris, Chelsea di pekan 22 yang dihelat di Etihad Stadium, Sabtu (15/01) malam WIB, The Citizens menang dengan skor 1-0.

Itu menjadi kemenangan ke-12 beruntun Man City di liga dan posisi mereka semakin kuat di urutan satu dengan raihan 56 poin dari 22 laga, diikuti Chelsea (43 poin) dan Liverpool (42 poin) dan baru bermain 20 kali.

City sedianya sudah dibuat frustrasi dengan pertahanan rapat Man City dan peluang nyata tuan rumah hanya datang dari Jack Grealish di babak pertama. Paruh pertama berakhir tanpa gol.

Di babak kedua jalannya laga masih sama dan City meningkatkan intensitas untuk mencetak gol. Tak lama berselang setelah Chelsea memainkan Timo Werner dan Callum Hudson-Odoi di menit 69, gol tercipta.

Pada menit 70 ketika Kevin De Bruyne lepas dari kawalan N'Golo Kante, De Bruyne menemukan celah menendang bola dari luar kotak penalti dan bola tak dapat ditepis Kepa Arrizabalaga. 1-0 City unggul.

Selepas gol itu ritme laga melambat. City mengatur ritme bermain dan mengandalkan serangan balik, sementara Chelsea sama sekali tak menyulitkan pertahanan City. Skor 1-0 bertahan hingga laga bubar.

Manchester City

1. Kiper dan Lini Belakang

Ederson, Romelu Lukaku
Manchester City v Chelsea - Premier League / Laurence Griffiths/GettyImages

Ederson (8/10): Hanya menderita satu sepakan tepat sasaran dan itu, peluang dari Romelu Lukaku, ditepis oleh Ederson.



Kyle Walker (6/10): Jarang naik membantu serangan sebagai antisipasi serangan di sisi kiri permainan Chelsea. Bertahan baik dan sesekali naik membantu serangan.



John Stones (7/10): Meski sempat kalah duel bola dengan Lukaku, Stones tetap bermain tenang, disiplin dalam menjaga pertahanan City.



Aymeric Laporte (7/10): Memblok bola sepakan Werner, disiplin, sulit dilalui, dan pandai membaca permainan lawan.



Joao Cancelo (7/10): Kuat kala bertahan dan juga cepat dalam naik membantu serangan untuk membantu transisi bermain Man City.

2. Lini Tengah

Antonio Ruediger, Kevin De Bruyne
Manchester City v Chelsea - Premier League / Michael Regan/GettyImages

Kevin De Bruyne (8/10): Pembeda di pertandingan besar yang bisa jadi menentukan titel juara. Sepakannya datang di momen yang tepat mengingat City kesulitan menciptakan banyak peluang berbahaya.



Rodri (7/10): Melapis lini belakang, mengatur ritme bermain dengan menjaga alur bola, dan visi bermain yang bagus.



Bernardo Silva (7/10): Melanjutkan performa bagus dalam keterlibatan permainan Man City, bola sulit direbut dari kakinya, dan mengatur ritme bermain tim.

3. Lini Depan

Marcos Alonso, Raheem Sterling
Manchester City v Chelsea - Premier League / James Gill - Danehouse/GettyImages

Raheem Sterling (7/10): Benar-benar merepotkan Marcos Alonso dengan kelincahannya bergerak. Sterling jadi momok pertahanan Chelsea dengan kemampuannya bergerak cepat kala mengontrol bola.



Jack Grealish (5/10): Banyak kehilangan bola dan memaksakan mendribel bola hingga penguasaan itu hilang (bola direbut pemain Chelsea).



Phil Foden (5/10): Turun ke lini tengah untuk menginisiasi serangan, tapi peran Foden sama sekali tak terlihat dalam pertandingan.

4. Pemain Pengganti

Ilkay Gundogan
Ilkay Gundogan / Alex Pantling/GettyImages

Ilkay Gundogan (6/10): Membantu City mengatur ritme bermain untuk menjaga keunggulan.



Gabriel Jesus (-): Masuk telat tak bisa banyak dinilai performanya.

Chelsea

5. Kiper dan Lini Belakang

Jack Grealish, Antonio Rudiger
Manchester City v Chelsea - Premier League / Robbie Jay Barratt - AMA/GettyImages

Kepa Arrizabalaga (7/10): Tak ada masalah dengan performa Kepa: sigap, siaga, dan mencegah peluang dari Grealish. Tak bisa disalahkan atas gol indah De Bruyne.



Antonio Rudiger (7/10): Meski bermain di posisi kanan pada taktik tiga bek tengah, Rudiger tetap tampil lugas dan tidak kenal kompromi kala menempel lawannya.



Thiago Silva (7/10): Bermain tenang dan pengalamannya sangat membantu di laga besar. Tidak menemui masalah menghadapi lini serang Man City.



Malang Sarr (6/10): Bermain cukup tenang pada kans keduanya menjadi starter di Liga Inggris.

6. Lini Tengah

Jack Grealish, Mateo Kovacic
Manchester City v Chelsea - Premier League / Laurence Griffiths/GettyImages

Cesar Azpilicueta (5/10): Sudah berusaha melakukan inisiatif dan aktif menyerang, tapi tak bisa berkontribusi besar memberikan dampak besar kepada permainan Chelsea.



N'Golo Kante (6/10): Menjaga area tengah permainan seperti biasanya, bermain baik dalam melakukan transisi bermain, tapi satu momen kegagalannya menghentikan De Bruyne berbuah jadi mimpi buruk untuk timnya.



Mateo Kovacic (6/10): Mengambil risiko kala mendribel bola untuk mencoba lepas dari kawalan pemain-pemain City. Terkadang sukses terkadang tidak, tapi layak diapresiasi usahanya.



Marcos Alonso (4/10): Sudah menerima kartu kuning dan setelahnya bermain hati-hati. Kesulitan berduel dengan Sterling dan jarang membantu serangan Chelsea.

7. Lini Depan

Romelu Lukaku, John Stones
Manchester City v Chelsea - Premier League / Michael Regan/GettyImages

Hakim Ziyech (5/10): Seperti halnya Lukaku dan Pulisic, Ziyech tidak tampil lebih baik dan kesulitan keluar dari kawalan pemain-pemain City.



Romelu Lukaku (3/10): Terisolasi di lini depan Chelsea. Sekalinya mengontrol bola mudah direbut pemain-pemain City. Tak memperlihatkan perubahan signifikan dalam mengubah permainan Chelsea.



Christian Pulisic (4/10): Menerima kartu kuning dan tidak memberikan dampak besar di lini serang Chelsea.

8. Pemain Pengganti

Bernardo Silva, Marcos Alonso, Hakim Ziyech
Manchester City v Chelsea - Premier League / James Gill - Danehouse/GettyImages

Callum Hudson-Odoi (6/10): Sedikit lebih baik dalam memberi kontribusi di lini serang, tapi tak cukup menyelamatkan Chelsea.



Timo Werner (5/10): Menjadi Werner seperti biasanya: menyiakan peluang dan terburu-buru menendang bola.



Mason Mount (-): Sulit menilainya karena ia masuk telat.

facebooktwitterreddit