Lima Poin Penting dalam Final Piala FA 219/20 Antara Arsenal vs Chelsea

Arsenal v Chelsea - FA Cup Final
Arsenal vs Chelsea - Final Piala FA | Marc Atkins/Getty Images

Laga final Piala FA 2019/20 antara Arsenal vs Chelsea akhirnya dimenangi pasukan Mikel Arteta setelah sempat tertinggal terlebih dahulu di awal babak pertama. Dua gol Pierre-Emerick Aubameyang membalas satu gol cepat Chelsea yang diciptakan Christian Pulisic.

Lantas, poin penting apa sajakah yang layak diulas dalam laga Arsenal vs Chelsea di Stadion Wembley semalam?

1. Jangan Jual Aubameyang, Arsenal!

Mikel Arteta, Pierre-Emerick Aubameyang
Pierre-Emerick Aubameyang menjadi pahlawan dalam laga Arsenal vs Chelsea - final Piala FA | Marc Atkins/Getty Images

Pierre-Emerick Aubameyang bisa dikatakan menjadi satu dari sedikit sekali pemain Arsenal yang tampil konsisten sepanjang musim ini. Dua golnya ke gawang Chelsea semalam membuat Arsenal bisa berlaga di kompetisi Eropa setelah peluang mereka untuk melakukannya habis di kancah liga dan Liga Europa.

Sayangnya, kepastian masa depan Aubameyang di Emirates juga bisa belum dipastikan. Sudah jelas dengan kontribusinya saat ini sang pemain tampak mengangkat performa timnya seorang diri dan bisa saja memiliki karier yang lebih baik jika tawaran dari klub lain datang. Jika benar-benar serius untuk mengembalikan kejayaan The Gunners di tangan Arteta, Arsenal tak bisa kehilangan sang pemain dalam waktu dekat.

2. Tiga Pemain Kunci Chelsea Gagal Menyelesaikan Laga

Christian Pulisic
Christian Pulisic ditarik di babak kedua karena cedera hamstring | Pool/Getty Images

Kehilangan hingga tiga pemain kunci di pertengahan pertandingan, belum lagi ini laga final, tentu bukan sebuah kondisi ideal bagi sebuah tim yang ingin mengangkat trofi saat wasit meniup peluit panjang.

Chelsea mengalami ketidakberuntungan ini ketika mereka kehilangan sang kapten Cesar Azpilicueta di pertengahan babak pertama saat tengah unggul 1-0 karena cedera. Mereka kemudan kehilangan sang pencetak gol Christian Pulisic di akhir babak pertama akibat cedera hamstring.

Chelsea semakin kehilangan kendali permainan yang mereka miliki seiring berjalannya waktu di Wembley dan upaya mereka untuk mengejar ketertinggalan setelah gol kedua Arsenal yang dicetak Aubameyang semakin berat setelah mereka juga harus bermain dengan 10 pemain menyusul kartu merah yang diterima sang gelandang andalan, Mateo Kovacic pada menit ke-73.

3. Pemain Terbaik dalam Laga Ini Berasal dari Tim yang Kalah

Christian Pulisic
Arsenal v Chelsea - FA Cup Final | Pool/Getty Images

Andai saja Pulisic bisa bermain selama 90 menit, pemain asal Amerika Serikat itu bisa saja menjadi pemain terbaik di laga ini. Pergerakan Captain America sangat merepotkan barisan pertahanan Arsenal dan sangat jelas Chelsea menumpukan titik serangan mereka pada dirinya.

Hamstring yang dideritanya di babak pertama jelas membunuh sebagian besar peluang The Blues untuk meraih trofi, sekaligus juga menunjukkan bahwa Pulisic tampak masih kurang tangguh untuk sepak bola Inggris. Ini menjadi tugas penting bagi Frank Lampard dan staf kepelatihannya untuk memoles stamina sang pemainagar bisa memberikan kontribusi lebih besar lagi di musim depan

4. Kedua Tim Sebenarnya Bermain Tidak Istimewa

Arsenal vs Chelsea - FA Cup Final
Arsenal vs Chelsea - FA Cup Final | Marc Atkins/Getty Images

Baik Chelsea dan Arsenal sebenarnya tak terlihat bermain dalam level terbaiknya selama 90 menit. Chelsea tampak menjanjikan di awal pertandingan, namun kehilangan Azpilicueta dan Pulisic membuat keseimbangan The Blues perlahan sirna.

Sementara Arsenal tampak kesulitan mengendalikan penguasaan bola mereka, lini pertahanan mereka tampil sangat buruk hingga 20 menit pertama, sebelum gol penalti Aubameyang seolah menjadi suntikan motivasi bagi mereka untuk tampil lebih baik.

5. Frank Lampard dan Mikel Arteta Sama-Sama Sukses

Frank Lampard, Mikel Arteta
Arsenal vs Chelsea - FA Cup Final | Getty Images/Getty Images

Laga final Piala FA 2019/20 di stadion Wembley semalam merupakan pertemuan dua manajer yang baru saja terjun ke dunia kepelatihan. Bahi Frank Lampard ini merupakan tahun keduanya di dunia kepelatihan, meski baru pertama kalinya melatih tim Premier League. Sementara Mikel Arteta melepas jabatannya sebagi staf pelatih Manchester City untuk membseut Arsenal pada Sember 2019 setelah The Gunners memecat Unai Emery.

Terlepas dari hasil semalam, Lampard sebenarnya sudah bisa dibilang sukses menukangi Chelsea di musim pertamanya dengan keberhasilan Olivier Giroud dkk menempati posisi empat klasemen liga. Sebuah hasil yang tak banyak diprediksi pengamat saat dirinya ditunjuk sebagai manajer The Blues pada Juli 2019 lalu, karena sebagian besar dari mereka beranggapan Lampard hanya ditunjuk Chelsea sebagai efek dari larangan transfer yang menimpa klub London tersebut.

Sementara perjalanan Mikel Arteta tak kalah terjal dengan Arsenal hanya bertengger di posisi delapan. Pemecatan Unai Emery menimbulkan situasi yang kurang mengenakkan di ruang ganti pemain. Namun Arteta tampak tenang di tengah tekanan, baginya hasil kerjanya musim ini tak menjadi tolok ukur kelayakannya di Emirates. Trofi Piala FA mungkin bisa mengobati kekecewaan pendukung Arsenal sekaligus menjadi kredit tersendiri untuk Arteta yang baru menukangi timnya selama enam bulan.