Liga Primer Inggris Masih Yakin Dapat Kembali Jalani Kompetisi Pada Juni 2020

Premier League Logo With Club Shirts
Premier League | Visionhaus/Getty Images

Pandemi Covid-19 terus memberikan pengaruh yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan di seluruh dunia. Sepakbola menjadi salah satu sektor industri besar yang terus mendapatkan sorotan tinggi terkait langkah yang akan diambil. Berbagai kompetisi masih harus ditunda hingga waktu yang belum dapat ditentukan atau bahkan terpaksa dihentikan. Prancis, Skotlandia, Belanda, dan Belgia menjadi empat negara Eropa yang terpaksa menghentikan sisa kompetisi musim 2019/20.

Liga Primer Inggris menjadi salah satu kompetisi top di Eropa yang masih memiliki niat untuk menyelesaikan sisa kompetisi musim 2019/20. Seluruh klub peserta sudah mendapatkan izin untuk menjalani sesi latihan secara individual. Bagian pertama dari rencana dalam Project Restart sudah berjalan. Keadaan ini diharapkan dapat ditingkatkan menjadi sesi latihan secara kelompok sebelum mempertimbangkan protokol lanjutan untuk melanjutkan sisa kompetisi musim 2019/20.

Meskipun belum mendapatkan respon positif dari keseluruhan pemain, Liga Primer Inggris masih meras yakin dapat melanjutkan sisa kompetisi musim 2019/20. Richard Masters, CEO Liga Primer Inggris, merasa yakin bahwa kompetisi tertinggi di sepakbola Inggris itu dapat mulai menjalani sisa rangkaian pertandingan pada Juni 2020, meskipun belum terdapat jadwal pasti yang dapat ditetapkan.

“Momentum mulai terbangun saat ini. Kami sudah menjalani langkah pertama. Kondisi ini memberikan dampak positif bagi semua pihak, termasuk para suporter, untuk melihat para pemain kembali menjalani sesi latihan. Keberlangsungan liga masih fleksibel saat ini walau target untuk kembali menjalaninya pada Juni masih direncanakan. Rencana alternatif, termasuk penghentian kompetisi, juga dipertimbangkan,” ujar Richard Masters dalam wawancara kepada BBC.

Masters juga menegaskan bahwa kembalinya para pemain untuk menjalani sesi latihan secara individual hanya dapat dilakukan ketika para klub sudah melakukan tindakan yang memadai untuk membuat suasana yang aman, dan hal itu sudah berhasil dilakukan oleh seluruh klub peserta.