Jurgen Klopp Tidak Peduli dengan Selisih Poin Antara Liverpool dan Manchester City Setelah Kalah Telak

Jurgen Klopp
Jurgen Klopp / Liverpool | Laurence Griffiths/Getty Images

Liverpool mendapatkan kekalahan telak dengan skor 0-4 dari Manchester City. Kunjungan ke Etihad Stadium dalam pertandingan pekan ke-32 Liga Inggris 2019/20 sebagai juara bertahan berakhir dengan tragis untuk tim tamu. Gol dari Kevin De Bruyne, Phil Foden, Raheem Sterling, dan Alex Oxlade-Chamberlain (gol bunuh diri) memberikan kekalahan kedua untuk Liverpool di liga domestik.

Pertandingan ini mendapatkan sorotan sebelum berlangsung dengan tindakan Man City untuk memberikan sambutan kepada lawan mereka yang datang sebagai juara. Seluruh pemain City berdiri di pinggir lapangan dan menyambut pemain Liverpool yang datang dengan menggunakan skuat terkuat yang mereka miliki.

Namun, kegagalan untuk mengonversi peluang dan performa yang buruk di lini belakang membuat The Reds kebobolan tiga gol pada babak pertama, dan kebobolan gol keempat pada babak kedua. Hasil ini memberikan sorotan terhadap kualitas Man City ketika berada dalam kondisi yang optimal, sementara profesionalitas tim tamu yang datang sebagai juara mendapatkan sorotan negatif.

Setelah mendapatkan kekalahan telak dari tim yang tertinggal 23 poin (sebelum pertandingan) dari mereka, Jurgen Klopp selaku manajer tidak peduli dengan selisih poin tersebut. Klopp menganggap bahwa Manchester City selalu memiliki kualitas yang tinggi, termasuk saat mereka meraih hasil yang mengecewakan sepanjang musim 2019/20.

"Apabila ada yang berpikir bahwa perbedaan kualitas antara Liverpool dan Manchester City terlihat dengan selisih 20 atau 23 poin, maka saya tidak dapat membantu pola pikir mereka. Sepakbola tidak dapat berfungsi seperti itu. Musim ini kami menang dengan kondisi yang luar biasa, tetapi itu tidak berarti Man City tampil buruk, bahkan ketika mereka kalah," ujar Jurgen Klopp dalam wawancara yang dikutip dari situs resmi Liverpool.

Klopp menambahkan bahwa Liverpool memiliki target untuk mendapatkan 100 poin pada akhir musim. Walau demikian, manajer asal Jerman itu juga menegaskan bahwa hal yang paling penting adalah memastikan mereka berada dalam kondisi yang ideal untuk meraih hasil maksimal pada pertandingan berikutnya.