Piala Eropa 2020

Jadon Sancho Angkat Bicara Usai Gagal Cetak Gol Penalti ke Gawang Italia

Arief Hadi Purwono
Jadon Sancho
Jadon Sancho / Marc Atkins/Getty Images
facebooktwitterreddit

Penyerang sayap timnas Inggris, Jadon Sancho angkat bicara terkait kegagalannya cetak gol penalti kontra Italia di final Piala Eropa 2020 di Wembley. Diakui olehnya itu jadi salah satu perasaan terburuk dalam kariernya.

Pemain berusia 21 tahun jadi salah satu eksekutor penalti yang gagal mencetak gol di drama adu penalti selain Marcus Rashford dan Bukayo Saka, hingga Italia menang 3-2 setelah imbang 1-1 di waktu normal. Hal itu diakui Sancho sebagai perasaan terburuk dalam kariernya.

Jadon Sancho, Gianluigi Donnarumma
Penalti Jadon Sancho ditepis Gianluigi Donnarumma / Paul Ellis - Pool/Getty Images

"Saya punya beberapa hari untuk merenungkan final hari Minggu dan masih merasakan campuran emosi," ucap Sancho dikutip dari Goal.

"Saya ingin meminta maaf kepada semua rekan satu tim saya, staf pelatih, dan sebagian besar dari semua penggemar yang saya kecewakan. Sejauh ini, ini adalah perasaan terburuk yang pernah saya rasakan dalam karier saya."

"Sulit untuk mengungkapkan perasaan sebenarnya dengan kata-kata, tetapi ada begitu banyak hal positif yang bisa diambil dari turnamen ini meskipun kekalahan itu akan menyakitkan untuk waktu yang lama."

Sancho yang akan bergabung dengan Manchester United dari Borussia Dortmund itu mengakui sudah sering berlatih menendang penalti, tetapi kontra Italia semuanya tak berjalan sesuai rencana.

Meski begitu Sancho mengambil hikmah dari perjalanan Inggris di Piala Eropa 2020 yang mencapai final turnamen besar untuk kali pertama selama 55 tahun.

"Pikiran pertama saya sebelum pergi ke pertandingan sepak bola adalah selalu, 'Bagaimana saya bisa membantu tim saya? Bagaimana saya akan memberikan assist? Bagaimana saya akan mencetak gol? Bagaimana saya akan menciptakan peluang?' Dan itulah yang ingin saya lakukan dengan penalti itu, bantu tim," tegas Sancho.

"Saya siap dan percaya diri untuk menerimanya, inilah momen yang Anda impikan sebagai seorang anak, itulah mengapa saya bermain sepak bola. Ini adalah situasi tertekan yang Anda inginkan sebagai pesepak bola."

"Saya telah mencetak gol penalti sebelumnya di level klub, saya telah melatihnya berkali-kali untuk klub dan negara, jadi saya memilih menendang ke sudut, tapi kala itu bukan waktu saya."

“Kami semua memiliki ambisi dan tujuan yang sama. Kami ingin membawa pulang trofi. Ini telah menjadi salah satu pemusatan latihan paling menyenangkan yang pernah saya ikuti dalam karier saya sejauh ini, kebersamaan tim tak tertandingi, keluarga nyata di dalam dan di luar lapangan," pungkas dia.

facebooktwitterreddit