Chelsea

Havertz Bicara Soal Julukan 'King Kai' yang Diberikan Media dan Suporter Chelsea

Amanda Amelia
Kai Havertz
Kai Havertz / Matthew Ashton - AMA/GettyImages
facebooktwitterreddit

Ekspektasi tinggi disematkan publik pada Kai Havertz saat dirinya memutuskan untuk mengadu nasib ke Inggris pada bursa transfer musim panas 2020 lalu, sempat dikaitkan dengan beberapa klub, pemain berusia 22 tahun tersebut akhirnya memilih bergabung dengan Chelsea dan dibeli dengan harga 80 juta euro.

Tak memerlukan waktu lama, Havertz pun langsung jadi andalan di lini depan, setelah mencetak satu-satunya gol yang membuat Chelsea menjuarai Liga Champions, pemain asal Jerman tersebut kembali menjadi penentu kemenangan Chelsea di final Piala Dunia Antarklub.

Penaltinya di menit ke-117 membuat The Blues sukses meraih gelar ketiga pasca bermain di bawah arahan Thomas Tuchel. Hal ini tentu membuat Havertz kebanjiran pujian, yang teranyar, dirinya dijuluki 'King Kai', baik oleh media atau suporter Chelsea.

Hal ini pun disadari betul oleh Havertz, namun dirinya enggan terbebani dengan julukan tersebut dan hanya ingin fokus untuk selalu menampilkan performa terbaik di setiap pertandingan.

"Orang-orang yang mengenal saya dengan baik pasti tahu bahwa saya tidak pernah membuat julukan tersebut. Kebanyakan orang memanggil saya Kai. Julukan King Kai datang dari media," ujar Havertz seperti dilaporkan Goal.

"Anda tentu belum menjadi seorang legenda saat baru menginjak usia 22 tahun, tetapi Anda tentu menjadi bagian dari sejarah kesuksesan sebuah klub dan hal tersebut akan bertahan selamanya," tambah dia.

Usai mengantarkan Chelsea meraih tiga trofi berbeda, Kai Havertz. berpotensi menambah koleksi gelar kala timnya berhadapan dengan Liverpool di final Piala Liga yang akan dihelat di Wembley Stadium, 27 Februari mendatang.

facebooktwitterreddit