Hasil Pertandingan dan Rating Pemain: Parma vs Inter Milan - Serie A 2019/20
Oleh Kemas Trimukti

Usai bermain imbang kontra Sassuolo, Inter Milan berhasil memulihkan performanya di Serie A 2019/20 lantaran meraih kemenangan saat bertandang ke markas Parma.
Pertandingan ini berakhir dengan skor 1-2 melewati gol yang dilesatkan oleh Gervinho bagi tim tuan rumah, serta Stefan de Vrij dan Alessandro Bastoni
Pada laga ini, Inter Milan tidak didampingi oleh Antonio Conte lantaran dirinya mengalami akumulasi kartu dan perannya diganti oleh asisten pelatihnya, Christian Stellini.
Sejak menit awal, Parma lebih berani menekan. Bahkan, tim tuan rumah berhasil menembus pertahanan Nerazzuri. Untungnya, Samir Handanovic masih dapat menghentikan serangan yang dibangun Bruno Alves di menit kedua.
Inter sejatinya dapat unggul dalam penguasan bola dan bisa melakukan serangan balik di menit-6. Walau begitu, sepakan Lautaro Martinez masih jauh dari sasaran.
Selain itu, penjagaan lini pertahanan Parma yang baik juga membuat tim tamu frustrasi. Inter, berkali-kali mencoba bermain menekan walau pada akhirnya masih gagal mencetak usai sering kehilangan konsentrasi.
Mengejutkannya, Parma justru yang berhasil mencetak gol di laga ini. Tumpulnya lini pertahanan Nerazzuri, membuat Jurac Kucka dapat memberikan umpan kepada Gervinho dan skor menjadi 1-0.
⚽ 15' GOOOOOOOOOOOOOOOLLL!!!
— Parma Calcio 1913 (@1913parmacalcio) June 28, 2020
Dribbling in area e botta sul primo palo, #Gervinho ci porta in vantaggio!#ParmaInter 1 - 0 pic.twitter.com/ZIqCJMhMg6
Walau Inter terus mendominasi penguasaan bola, tim tuan rumah nyatanya bisa memanfaatkan situasi sekecil apapun. Karena duet Gervinho dan Andreas Cornelius, nyaris memperlebarkan kedudukan di menit-42. Nahasnya tendangannya melebar.
Usai peluang itu, kedua tim tidak ada yang membuat peluang berarti. Keunggulan 1-0 bagi Parma bertahan sampai turun minum.
Half-Time Report: #Parma 1-0 #Inter
— footballitalia (@footballitalia) June 28, 2020
Gervinho has given Parma the 1-0 half-time lead over Inter, but it could easily have been a couple more, as the Nerazzurri’s defenders are struggling badly https://t.co/b2PsbmfxjT #ParmaInter #SerieA #FCIM pic.twitter.com/720USrjBoS
Masuk babak kedua, Inter langsung memborbadir lini pertahanan Parma. Menit-54, Nerrazuri melakukan serangan bertubi-tubi dari dua pemainnya Diego Godin dan Nicolo Barella. Tetapi masih gagal lantaran tendangan bisa dihadang pemain bertahan tim tuan rumah.
Untuk kesekian kalinya di laga ini, Nerrazurri begitu sering kehilangan fokus yang membuat Dejan Kulusevski menguji Samir Handanovic pada menit-59 dan disambar Gervinho walau sepakan tak menemui target.
? 58' #KULUSEVSKI AGAIN!
— Parma Calcio 1913 (@ParmaCalcio_en) June 28, 2020
Dejan forces Handanovic into a save with a powerful hit and then #Gervinho can't capitalise on the rebound. Keep looking for that second! ???#ParmaInter 1-0
Tim tamu melalui Eriksen, mempunai kesempatan untuk mencetak gol andai dirinya bisa mengendalikan bolanya dengan baik saat pertandingan memasuki menit ke-62.
Sepanjang babak kedua ini, Inter sejatinya mampu mengunci lini serang lantaran beberapa membuat peluang di kotak penalti I Ducali. Namun, Nerazzurri tidak sepenuhnya bermain baik usai sering lepas konsentrasi yang membuat Parma beberapa kali melakukan serangan balik.
Seperti pada menit-67 kala Parma menciptakan peluang dari Kucka walau tendangannya tidak mengenai target.
Masuknya Alexis Sanchez dan Ashley Young, memang diharapkan bisa mengubah gaya permainan Inter dengan melakukan umpan-umpan silang. Mereka berdua sebenarnya melakukan tugasnya, tetapi masih kesulitan menemui target.
Pada sepuluh menit terakhir, Nerrazurri tetap berusaha keras untuk mencetak gol. Victor Moses yang bermain di sisi kanan, juga berusaha untuk membantu rekannya dengan melakukan umpan silang.
Gol penyama kedudukan akhirnya terjjadi di menit-84 kala sundulan Stefan de Vrij gagal dibendung oleh Luigi Sepe. Usai gol itu, Kucka harus mendapatkan kartu merah lantaran melakukan protes berlebihan kepada wasit.
Unggul pemain, Nerrazurri terus menekan Parma dan mampu mencetak gol kedua melewati sepakan Bastoni.
Pergantian Pemain yang Membuahkan Hasil
Sejak menit awal, Inter Milan lebih bisa menguasai permainan. Namun, mereka harus tertinggal angka terlebih dahulu lantaran gol cepat Gervinho. Selain itu, Nerrazurri yang sering membuang-buang peluang menjadi penyebab tumpulnya lini serang.
Melihat permasalahan itu, Christian Stellini melakukan pergerakan cepat dengan memasukan Alexis Sanchez, Ashley Young dan Victor Moses untuk menambahkan daya gedor.
Hasilnya terbukti jelas lantaran mereka bertiga menghidupkan lini serang secara maksimal. Bahkan, Moses berhasil menciptakan assist.
Rating Pemain
Samir Handanovic 6, Danilo D'Ambrosio 6, Stefan de Vrij 7, Diego Godin 6, Cristiano Biraghi 6, Roberto Gagliardini 7, Nicolo Barella 6,5 , Antonio Candreva 6, Christian Eriksen 6,7 , Lautaro Martinez 6, Romelu Lukaku 6, Victor Moses 7,6 , Alexis Sanchez 7, Ashley Young 7, Alessandro Bastoni 7
Peran Penting Gervinho dan Andreas Cornelius
Walau pada akhirnya Parma harus menerima kekalahan, performa dua pemain tim tuan rumah yaitu Gerinho dan Andreas Cornelius patut diancungi jempol.
Bagaimana tidak, skuat asuhan Roberto D'Aversa yang terlihat minim peluang masih bisa mencetak gol lantaran kerjasa sama apik dari mereka berdua.
Rating Pemain
Luigi Sepe 6, Vincent Laurini 6 , Kastriot Dermaku 6, Bruno Alves 6,3 , Riccardo Gagliolo 6, Juraj Kucka 5, Matteo Scozzarella 6, Jasmin Kurtic 6, Dejan Kulusevski 6, Andreas Cornelius 7, Gervinhho 7,5 , Giuseppe Pezzella 6, Hernani 6, Matteo Darmian 6, Gaston Brugman 6.
Pemain Terbaik: Victor Moses
Walau Victor Moses baru masuk di menit-69, dirinya mampu mengubah gaya permainan Inter. Sebab sisi kanan penyerangan Nerrazurri mulai kembali hidup pada babak kedua sesaat dirinya masuk.
Kehadirannya juga semakin ternilai besar usai dirinya mencetak assist sekaligus menjadi penyebab terjadinya mencetak gol kemenangan.