Chelsea

Graham Potter Akui Sulit Tolak Tawaran dari Chelsea

Dananjaya WP
Graham Potter segera jalani laga perdana dengan Chelsea
Graham Potter segera jalani laga perdana dengan Chelsea / ADRIAN DENNIS/GettyImages
facebooktwitterreddit

Chelsea menjadi salah satu klub besar Liga Inggris yang mendapat sorotan tinggi sejak awal musim. Mereka menjalani bursa transfer perdana di era kepemilikan Todd Boehly – Clearlake Capital dan mengeluarkan biaya lebih dari 200 juta Paun. Kemudian, posisi Thomas Tuchel sebagai pelatih utama digantikan oleh Graham Potter.

Graham Potter mendapat kontrak lima tahun dan diharapkan dapat menjadi sosok ideal dalam rencana jangka panjang pemilik baru The Blues. Visi yang berbeda sudah dijelaskan menjadi alasan utama dari pemecatan Tuchel. Namun kepindahannya dari Brighton & Hove Albion tetap menjadi bahan perbincangan berbagai pihak.

Potter dapat disebut minim pengalaman di klub besar, dan akan menghadiri laga Liga Champions secara langsung untuk pertama kali ketika Chelsea menjamu RB Salzburg di Stamford Bridge. Walau mendapat ekspektasi tinggi, Potter mengakui bahwa tawaran yang diberikan oleh manajemen Chelsea sulit untuk ditolak.

“Kami merasa bahagia (di Brighton & Hove Albion), posisi yang aman di klub yang stabil tetapi tantangan ini mustahil untuk ditolak. Saya akan selalu bersyukur dengan kesempatan yang diberikan Brighton tetapi Chelsea adalah klub yang luar biasa. Kita hanya perlu melihat tradisi, kualitas, ukuran, dan ambisi klub untuk bersaing di Liga Champions dan Liga Inggris.”

“Saya sangat bersyukur dengan kepercayaan yang diberikan oleh manajemen Chelsea dan kesempatan untuk bekerja sama dengan kelompok pemain yang menarik, untuk bersaing di tingkat tertinggi dan membuat para suporter merasa bangga,” ucap Graham Potter dalam konferensi pers perdana sebagai pelatih utama baru Chelsea.

Graham Potter tidak hanya mendapat tantangan besar dari posisi yang diterimanya. Chelsea menjadi salah satu tim yang akan menghadapi jadwal padat, penundaan dua pertandingan Liga Inggris setelah Ratu Elizabeth II wafat akan diiringi pertandingan tingkat Eropa.

Faktor ini memastikan tim akan menghadapi rangkaian pertandingan yang padat, sebelum hingga setelah Piala Dunia 2022 yang akan diadakan pada November hingga Desember di Qatar.

facebooktwitterreddit