Gerard Pique Kembali Kritik Manajemen Barcelona

Gerard Pique / FC Barcelona
Gerard Pique / FC Barcelona / Soccrates Images/Getty Images
facebooktwitterreddit

Permasalahan di dalam manajemen Barcelona mendapatkan sorotan tinggi sepanjang musim panas 2020. Kegagalan yang dirasakan pada musim 2019/20 memperlihatkan kondisi skuad mereka yang tidak dapat bersaing di papan atas La Liga maupun Liga Champions. Barca melakukan pergantian pelatih pada pertengahan musim dan menutup musim tanpa satupun gelar.

Pada akhirnya Quique Setien, yang masuk menggantikan Ernesto Valverde, juga kehilangan jabatannya. Ronald Koeman didatangkan sebelum musim 2020/21 dan diharapkan dapat membangkitkan tim. Walau demikian, kritik terhadap manajemen Barca tetap datang dari berbagai arah.

Saat ini proses mosi tidak percaya sudah berlanjut dan hanya tinggal menunggu waktu untuk masuk ke tahap referendum. Bek veteran Blaugrana, Gerard Pique, kembali menyampaikan kritik terhadap manajemen klub. Pique menyampaikan kritik terkait dugaan manajemen klub mengeluarkan biaya untuk mencoreng nama baik pemain dan juga pemotongan gaji.

“Keputusan klub untuk mengeluarkan biaya untuk melakukan hal seperti itu adalah hal yang memalukan. Klub juga menunjukkan sikap yang buruk terkait situasi pemotongan gaji pemain, terutama setelah menghabiskan biaya untuk melakukan kampanye seperti itu. Uang yang seharusnya dapat digunakan untuk mencegah pemotongan gaji,” ucap Gerard Pique dalam wawancara kepada La Vanguardia.

Terkait proses referendum yang diperkirakan akan berlangsung dalam waktu dekat, Pique mengatakan ia akan menggunakan statusnya sebagai anggota klub untuk berpartisipasi dalam pemungutan suara. Direksi yang dipimpin oleh Josep Maria Bartomeu selaku Presiden berpeluang diturunkan, bergantung dari hasil referendum tersebut.