Chelsea

Walau Sudah Jadi Rival, Eden Hazard Selamanya Tetap Dicintai Suporter Chelsea

Amanda Amelia
Eden Hazard
Eden Hazard / Quality Sport Images/Getty Images
facebooktwitterreddit

Publik mungkin sudah bosan dengan segala spekulasi soal masa depan Eden Hazard saat masih berseragam Chelsea, konsistensi dan ketajamannya membuat dia terus dikaitkan dengan pintu keluar klub. Keputusan untuk hengkang dari Stamford Bridge akhirnya diambil sang pemain di musim panas 2019 atau setelah mengantarkan The Blues menjuarai Liga Europa.

Hazard kemudian memilih untuk mengadu nasibnya di Spanyol dan bergabung dengan Real Madrid, kepindahannya ke Santiago Bernabeu memang tak terasa mengejutkan, bukan hanya karena dia sudah lama masuk dalam rencana belanja Los Blancos, pemain berusia 30 tahun itu juga pernah mengungkapkan keinginan untuk dilatih idolanya, Zinedine Zidane.

"Salah satu idola saya saat masih kanak-kanak adalah Zinedine Zidane. Saya memiliki posternya di kamar dan sekarang saya memiliki kesempatan untuk dilatih dia. Saat masih kanak-kanak, impian terbesar saya adalah menggunakan jersey Real Madrid. Saat mereka mengetuk pintu dan mengutarakan keinginan untuk merekrut, hanya ada satu hal yang harus Anda lakukan: menerimanya. - Eden Hazard

Hazard akhirnya hengkang ke Real Madrid dengan nilai transfer yang mencapai 100 juta euro, ditambah berbagai bonus dan kesepakatan-kesepakatan lain, Chelsea disinyalir mendapatkan dana 140 juta euro. Sang pemain menandatangani kontrak selama lima musim sampai tahun 2024.


Usai resmi hengkang ke Real Madrid, Hazard pun tak langsung melupakan Chelsea begitu saja, di surat perpisahan yang dia tulis, pemain yang juga sempat berkarier bersama Lille itu berharap jika dia bisa bertemu The Blues di kompetisi Liga Champions, harapan Hazard pun akhirnya terwujud di musim 2020/21.

Chelsea dan Real Madrid saling bentrok di semifinal Liga Champions, di leg pertama yang dihelat di Estadio Alfredo di Stefano, The Blues berhasil menahan El Real dengan skor 1-1 sekaligus mencuri gol tandang. Hazard yang baru pulih dari cedera pun masuk sebagai kameo di menit ke-66 menggantikan Vinicius Jr.

Kini partai emosional pun akan dilakoni Hazard di leg kedua, untuk pertama kalinya dia akan kembali ke Stamford Bridge sebagai rival, sayang pandemi COVID-19 membuat para suporter The Blues tidak bisa menyambut kedatangannya karena laga akan dilangsungkan tanpa penonton.

Sejatinya, Hazard layak mendapatkan sambutan yang meriah sekaligus luar biasa, jika suporter diperbolehkan hadir, sudah pasti kita akan mendengar nyanyian dari para suporter, sama seperti saat dirinya masih berstatus sebagai pemain The Blues. Hal semacam ini dirasakan Petr Cech saat dirinya hengkang ke Arsenal atau saat Frank Lampard membela Manchester City. Ya, Hazard memang sudah pergi, namun dia tetap memiliki hubungan yang harmonis dengan para suporter.


Rasanya memang tak aneh jika para suporter Chelsea masih begitu mencintai Eden Hazard, selain dirinya yang memberikan kontribusi maksimal selama tujuh tahun berada di Stamford Bridge, pemain kelahiran Le Louviere, Belgia itu juga sama sekali tidak pernah membuat publik geram, hal berbeda dilakukan Thibaut Courtois saat memutuskan angkat kaki dari London dan bergabung ke Real Madrid di tahun 2018.

Selain dirinya yang saat itu tiba-tiba menghilang dan menolak untuk mengikuti sesi latihan Chelsea demi bisa segera bergabung ke Real Madrid, kiper asal Belgia itu juga beberapa kali mengeluarkan komentar yang membuat publik begitu emosi, termasuk di antaranya janji memboyong Hazard ke Bernabeu, padahal saat itu rekannya masih berstatus sebagai pemain The Blues.

"Akan sangat menyenangkan jika Eden Hazard juga bergabung dengan Real Madrid. Dia adalah pemain top dan juga sahabat baik saya, tetapi keputusan hengkang harus dia putuskan sendiri dan saya tidak mau ikut campur." - Thibaut Courtois

FBL-EUR-C1-REAL-TRAINING
Eden Hazard dan Thibaut Courtois mengikuti sesi latihan Real Madrid / GEOFFROY VAN DER HASSELT/Getty Images

Ya, mungkin suporter Chelsea--termasuk saya akan merasa campur aduk andai nanti Eden Hazard gagal mewujudkan target untuk menjuarai Liga Champions, tetapi inilah satu-satunya cara bagi skuad asuhan Thomas Tuchel untuk melaju ke partai final dan mungkin meraih gelar tertinggi bagi klub Eropa tersebut untuk kedua kali sejak terakhir kali memenangkannya di musim 2011/12 silam.

Satu hal yang pasti, pandangan para suporter Chelsea pada Eden Hazard tidak akan pernah berubah, dia akan selalu dianggap sebagai salah satu rekrutan terbaik sekaligus legenda klub. Raihan 110 gol dan 92 assist yang dia torehkan dari 352 pertandingan pun sukses membantu klub milk Roman Abramovich itu memenangkan enam gelar bergengsi dalam kurun waktu tujuh tahun.

facebooktwitterreddit