Chelsea

Bagaimana Chelsea Langsung Memasuki Krisis di Era Kepemilikan Todd Boehly

Dananjaya WP
Pemecatan Thomas Tuchel di Chelsea mengejutkan Eropa
Pemecatan Thomas Tuchel di Chelsea mengejutkan Eropa / Matija Habljak/Pixsell/MB Media, Craig Mercer/MB Media, Sebastian Frej/MB Media / Getty Images
facebooktwitterreddit

Chelsea menjalani era kepemilikan baru di bawah Todd Boehly – Clearlake Capital seakan tanpa perbedaan dibandingkan era sebelumnya. Setelah mengeluarkan biaya lebih dari 200 juta Paun untuk memperkuat skuad yang dimiliki Thomas Tuchel, beberapa hasil yang mengecewakan di Liga Inggris dan Liga Champions, serta keretakan hubungan membuat sang pelatih kehilangan jabatannya.

Graham Potter didatangkan dari Brighton & Hove Albion dengan kontrak berdurasi lima tahun. Rangkaian keputusan ini dapat disebut mengejutkan apabila dilihat secara sekilas.

Tetapi kali ini kami akan membahas bagaimana pemecatan Thomas Tuchel di Chelsea memang berpeluang besar terjadi musim ini.


5. Transisi Kepemilikan yang Memecah Fokus Thomas Tuchel

Bruce Buck, Marina Granovskaia, Petr Cech
Pengunduran diri di manajemen Chelsea memengaruhi kinerja Thomas Tuchel / Marc Atkins/GettyImages

Pergantian kepemilikan di Chelsea memberi dampak signifikan terhadap struktur manajemen klub London Barat itu secara keseluruhan. Marina Granovskaia dan Bruce Buck mengundurkan diri setelah mengisi posisi mereka masing-masing dalam waktu yang lama. Selain itu, Petr Cech yang menjadi penghubung antara berbagai struktur tim dan manajemen juga meninggalkan posisinya.

Rentetan pengunduran ini memberi dampak signifikan terhadap fokus dan performa Thomas Tuchel. Mengingat pelatih asal Jerman itu sudah pernah menyatakan kepuasan terhadap struktur manajemen yang bekerja sama dengannya jelang akhir era kepemilikan Roman Abramovich.

Tuchel memang dikenal sebagai pelatih yang lebih senang menjalani tugas utamanya, yaitu melatih pemain, mengembangkan taktik, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan rangkaian tugas tersebut.

Proses rekrutmen, kontrak, dan beberapa hal lainnya seperti pemantauan pemain incaran diurus oleh manajemen Chelsea, yang dijalankan oleh Marina Granovskaia dan Scott McLachlan. Kedua sosok itu sudah meninggalkan posisi mereka masing-masing di Stamford Bridge.

Absennya (atau pengurangan peran) dari Granovskaia dalam proses rekrutmen membuat Tuchel diminta memberi peran lebih untuk membantu Todd Boehly, yang mengisi peran rekrutmen dalam waktu sementara. Tuchel disebut tidak menginginkan peran tersebut, karena lebih ingin fokus menjalani persiapan jelang musim baru.

4. Kegagalan Mendapatkan Direktur Sepak Bola Baru

FBL-EUR-C1-PSG-TRAINING
Luis Campos (kiri) dikaitkan dengan Chelsea untuk mengisi posisi Direktur Sepak Bola atau Penasihat / FRANCK FIFE/GettyImages

Mengingat Marina Granovskaia sudah dipastikan mengundurkan diri pada akhir bursa transfer musim panas 2022, Chelsea menjalani bursa transfer tersebut dengan Todd Boehly sebagai Direktur Sepak Bola dalam kapasitas interim. Boehly memang pantas mendapat pujian karena terlibat aktif dalam klub baru yang dimilikinya.

Tetapi minimnya pengalaman yang dimiliki Boehly dalam dunia sepak bola terlihat jelas. Berbagai pemain dikaitkan dengan Chelsea dengan profil yang beragam, seakan mereka tidak menentukan rencana rekrutmen yang jelas untuk mengisi kekurangan di dalam skuad yang dimiliki Tuchel.

Upaya untuk melepas pemain-pemain yang tidak masuk dalam rencana juga sulit untuk dilakukan. Beberapa pemain dengan status bintang yang tidak puas dengan waktu bermain mereka pada masa kepelatihan Tuchel, seperti Christian Pulisic dan Hakim Ziyech, membuat suasana di ruang ganti menjadi tidak kondusif.

Rekrutmen pemain-pemain muda seperti Cesare Casadei dan Carney Chukwuemeka juga memberi pengaruh terhadap persepsi pemilik baru Chelsea terhadap Tuchel. Sang pelatih dipandang tidak memiliki komitmen terhadap masa depan jangka panjang, dan lebih memasang prioritas terhadap hasil jangka pendek.

Setelah mengakhiri bursa transfer dan melakukan pergantian pelatih, Chelsea terus melanjutkan upaya mendapatkan Direktur Sepak Bola baru. Luis Campos (PSG) menjadi salah satu sosok yang diincar untuk mengisi posisi Direktur atau Penasihat.

Manajemen Chelsea juga masih mempertimbangkan Michael Edwads (mantan Direktur Sepak Bola Liverpool) dan Paul Mitchell (AS Monaco). Sosok yang ditunjuk Chelsea untuk mengisi posisi ini harus mampu menjaga hubungan baik dengan manajemen klub sekaligus membangun rencana yang konsisten dengan Graham Potter.

3. Penurunan Performa Sejak Pertengahan Musim 2021/22

Arthur Masuaku, Michail Antonio, Pablo Fornals
Kekalahan dari West Ham United menjadi katalis penurunan Chelsea / Julian Finney/GettyImages

Terkait performa di dalam lapangan, Chelsea dapat disebut sudah mengalami penurunan sejak pertengahan musim 2021/22. Kekalahan 2-3 dari West Ham United di London Stadium pada awal Desember 2021 menjadi katalis. Setelah kekalahan itu, performa The Blues terlihat menurun.

Kesalahan individual meningkat dan memberi pengaruh terhadap hasil yang diraih. Kekalahan 1-4 kontra Brentford dan 2-4 dari Arsenal di Stamford Bridge pantas disebut sebagai bendera merah, walau memang periode inkonsisten ini juga diiringi turbulensi di dalam klub jelang akhir era kepemilikan Roman Abramovich.

Chelsea memang menutup musim tersebut di peringkat keempat, tetapi akhir musim itu juga diiringi inkonsistensi dari Arsenal serta Tottenham Hotspur yang kesulitan pada awal musim. Kini dua klub London Utara itu menunjukkan peningkatan performa yang signifikan.

Mengingat finis di posisi empat besar menjadi ekspektasi minimal di Stamford Bridge (selama hingga setelah era kepemilikan Abramovich), Tuchel mengarah ke jalur yang negatif setelah melalui beberapa laga awal musim ini.

Tuchel nampak sudah mengalami kesulitan untuk menerapkan taktik yang dapat membuat pemain-pemain di lini depannya menciptakan dan mengonversi peluang secara konsisten. Sementara kekuatan utama di lini belakang juga menjadi rapuh, bahkan sebelum Andreas Christensen dan Antonio Rudiger hengkang pada akhir musim lalu.

2. Ekspektasi untuk Graham Potter

Graham Potter
Graham Potter mendapatkan ekspektasi tinggi di Chelsea / Robin Jones/GettyImages

Graham Potter menerima tawaran kontrak berdurasi lima tahun untuk menjadi pelatih utama baru di Chelsea. Potter mengungkapkan bahwa momen ini menjadi saat yang tepat untuk memulai tahap baru dalam kariernya, faktor yang membuat tawaran dari Chelsea sulit untuk ditolak.

Namun Potter masuk ke dalam suasana yang dapat disebut asing dalam karier kepelatihannya. Perkembangan konsisten yang ditunjukkan The Seagulls dalam masa kepelatihan Potter tidak hanya terjadi berkat kemampuan yang dimilikinya. Kesabaran yang dimiliki oleh manajemen Brighton, dukungan dari segi rekrutmen, serta perencanaan yang jelas menjadi faktor yang berperan penting.

Chelsea di era modern Liga Inggris, terutama dalam masa kepemilikan Roman Abramovich, dikenal sebagai klub yang sukses dengan mementingkan hasil jangka pendek di atas perencanaan jangka panjang.

Saat ini era kepemilikan Todd Boehly – Clearlake Capital baru dapat mengeluarkan pernyataan mengenai ambisi jangka panjang mereka. Baik pemilik klub maupun pelatih di tim senior pria harus bekerja sama agar ambisi tersebut dapat menjadi kenyataan, atau paling tidak mendekati titik yang diharapkan demi kesuksesan yang konsisten di papan atas sepak bola Eropa.

1. Todd Boehly Harus Mengubah Kultur di Dalam Klub

Todd Boehly
Kritik pantas diberikan kepada Todd Boehly apabila tidak ada perubahan dalam kultur di Chelsea / Clive Mason/GettyImages

Todd Boehly dan Clearlake Capital tidak hanya mendapat tantangan untuk memberi investasi yang konsisten sebagai pemilik Chelsea. Sepak bola secara keseluruhan dikenal sebagai bisnis yang sangat sulit memberi keuntungan bagi pemilik sebuah klub. Kumpulan pengusaha yang memegang kepemilikan di Stamford Bridge harus menerima fakta itu secepat mungkin.

Perubahan kultur di dalam klub, mulai dari ekspektasi ketika menghadapi situasi yang sulit dengan pelatih yang memiliki potensi jangka panjang (seperti Graham Potter) harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan pemecatan. Pola pikir dalam rekrutmen pemain juga patut diubah.

Selain musim 2019/20, akademi Chelsea sering mengalami kesulitan untuk memberikan pemain ke tim senior. Terdapat berbagai faktor yang dapat menyulitkan lulusan akademi untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. Walau demikian, dorongan dari klub secara keseluruhan harus ditingkatkan.

Akademi Chelsea berperan penting untuk memberi keuntungan dari penjualan pemain sepanjang masa kepemilikan Roman Abramovich. Kini Todd Boehly – Clearlake Capital harus memanfaatkan sumber daya yang ada dengan lebih baik demi mendukung klub secara keseluruhan dalam jangka panjang.

facebooktwitterreddit