Piala Eropa 2020

Bukayo Saka Jadi Eksekutor Penalti Terakhir, Roy Keane Kritik Pemain-Pemain Senior Inggris

Amanda Amelia
Bukayo Saka
Bukayo Saka / Laurence Griffiths/Getty Images
facebooktwitterreddit

Tim nasional Inggris gagal memanfaatkan status sebagai tuan rumah dan harus mengakui keunggulan Italia di final Piala Eropa 2020 yang berlangsung di Wembley, Senin (12/7) dini hari WIB.

Membuka keunggulan lewat gol cepat Luke Shaw di menit kedua, Leonardo Bonucci menyamakan kedudukan lewat golnya di menit ke-67. Skor 1-1 di waktu normal dan babak perpanjangan waktu 2x15 menit membuat laga harus dilanjutkan ke babak adu penalti.

Dua eksekutor penalti Inggris, Harry Kane dan Harry Maguire sukses menjalankan tugasnya, namun penalti tiga pemain lain, yakni Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka bisa ditepis Gianluigi Donnarumma. Italia keluar sebagai pemenang dengan keunggulan 3-2.

Keputusan Southgate yang menjadikan Saka sebagai penendang terakhir sekaligus penentu mengundang tanda tanya dan kritik dari berbagai pihak, Roy Keane misalnya, mantan pemain Man United itu sampai mengecam pemain-pemain senior The Three Lions, terlebih jika melihat kenyataan bahwa Saka sama sekali belum memiliki pengalaman mengeksekusi penalti.

"Jika Anda Raheem Sterling atau Jack Grealish, tentu Anda tidak bisa duduk diam begitu saja dan membiarkan seorang pemain muda mengambil penalti lebih dulu ketimbang Anda," ujar Keane seperti dilansir Daily Mail.

"Anda tidak bisa membiarkan seorang pemain berusia 19 tahun yang memiliki sifat pemalu menendang penalti lebih dulu. Mereka (Grealish dan Sterling) tentu memiliki pengalaman yang lebih banyak. Sterling bahkan sudah memenangkan banyak trofi. Kedua pemain di atas seharusnya berada di depan Saka (untuk menjadi eksekutor penalti)," tambahnya.

Bukayo Saka
Bukayo Saka (tengah) / Laurence Griffiths/Getty Images

Keputusan Southgate yang memilih Rashford, Sancho dan Saka sebagai eksekutor penalti nampaknya memang bukan pilihan yang bijak, terlebih di sepanjang gelaran Piala Eropa 2020, ketiganya jarang diturunkan sebagai starter.

Setelah gagal menjuarai Piala Eropa 2020, The Three Lions akan langsung mempersiapkan diri untuk Piala Dunia 2022, babak kualifikasi akan dimulai pada September mendatang.

facebooktwitterreddit