Bagas Kaffa, Pemain Bertahan dengan Naluri Penyerang

Bagas Kaffa
Bagas Kaffa / 90min
facebooktwitterreddit

Amiruddin Bagas Kaffa merupakan darah muda sepak bola Indonesia. Ia merupakan pemain bertahan yang memiliki naluri menyerang yang baik.

Bicara Bagas, tentu tak bisa dipisahkan dari kembarannya, yakni Amiruddin Bagus Kahfi. Sejak usia 6 tahun, keduanya selalu bersama-sama bermain sepak bola di SSB Nagapkca Magelang, SSB Putra Harapan Magelang, GISSI Cabang Magelang, Akademi Celo Magelang, dan Persada Bromo FC.

Menariknya, Bagas dan Bagus merupakan striker. Keduanya lalu mengikuti seleksi timnas Indonesia U16 dan terpilih memperkuat Skuad Garuda Muda asuhan Fakhri Husaini. Mereka bersama pemain lainnya dipersiapkan untuk Piala AFF U15 2017 dan Kualifikasi Piala Asia U16 2018.

Tapi, seiring berjalannya proses seleksi, keduanya menempati posisi yang berbeda dalam skuad Fakhri Husaini di Piala AFF U16. Bagus menjadi striker, sedangkan Bagas Kaffa menjadi bek kanan.

Tapi, keduanya berhasil membawa Indonesia menjadi kampiun di turnamen tersebut. Hasilnya, posisi bermain mereka tak berubah hingga saat ini.


Berawal dari Kekeliruan

Bagas menempati bek kanan melalui proses yang unik. Ia bersama Bagus merupakan striker, tetapi saat seleksi Fakhri menempatkan Bagus sebegai bek kiri dan Bagas di depan.

Pada seleksi selanjutnya, Fakhri menaruh Bagas di bek kanan karena ia mengira itu adalah Bagus, yang kebetulan tak ikut seleksi kala itu. Kekeliruan itu membawa berkah bagi Bagas.

Memiliki naluri sebagai striker membuat Bagas dapat keunggulan saat melalukan overlap. Aksinya membantu serangan kerap berujung dengan gol, sama seperti saat timnas U16 menghadapi Iran di Piala Asia 2018.

Ketika itu, Bagas percaya diri melewati adangan lawan. Tiga pemain dilewatinya sebelum mencetak gol dengan kaki kirinya. Dari skema dan prosesnya, ini lebih sering dipraktikan pemain dengan posisi striker, ketimbang bek kanan.

Karier mereka terus menanjak sampai level timnas U19. Mereka membawa Indonesia ke Piala Asia U19 lewat fase kualifikasi.


Pengalaman di Inggris

Penampilan Bagas dan Bagus yang apik di timnas, membuat mereka mendapat kesempatan mengikuti Program Garuda Select ke Inggris. Program hasil kerja sama Mola dan PSSI ini menjadi ajang Bagas mencari pengalaman dengan sepak bola Eropa.

Di Inggris, Bagas berserta beberapa rekannya dari timnas U19 menjalani serangkaian latihan dan uji coba. Kini, ia tak lagi dilatih Fakhri Husaini, melainkan legenda Chelsea Dennis Wise.

Mendapat pengalaman di Inggris menjadikan Bagas sebagai pemain potensial. Tak jarang, ia kerap diisukan bakal bermain di luar negeri.

Namun, usai Program Garuda Select season pertama, Bagas kembali ke Barito Putera. Di Laskar Antasari, ia memang mendapat kontrak jangka panjang. Meski begitu, Bagas masih memiliki mimpi bermain di Eropa.


Berpisah dengan Bagus dan Matang di Liga 1

Berbeda dengan Bagus Kahfi yang bergabung dengan Garuda Select season kedua, Bagas memilih untuk tetap di Barito.

Bagas berjuang keras untuk bisa tembus tim utama secara reguler di Barito. Selain itu, ia juga dipanggil Shin Tae-yong untuk menjalani TC timnas U19 di Kroasia.

Sementara Bagus Kahfi berlabuh di klub Belanda, FC Utrecht setelah mengikuti Program Garuda Select season dua. Sayangnya, Bagus sempat cedera di Inggris dan gagal mengikuti TC timnas U19.

Ini menjadi kali pertama, Bagas dan Bagus berpisah. Keduanya memang kembar, tapi juga punya pandangan yang berbeda. Seperti Garuda Select season dua, Bagas punya pandangan berbeda.

"Kami terkadang bertentangan, terkadang bersepakat. Seperti ini, saat Garuda Select angkatan kedua dinilai lebih serius dibanding angkatan pertama. Itu bertentangan. Saya tidak setuju," ujar Bagas Kaffa dilansir dari Liga TopSkor di YouTube.

Tapi pilihan Bagas juga tak salah. Pemain berusia 20 tahun ini sudah menjadi andalan Barito Putera senior. Setidaknya, Bagas sudah bermain sebanyak 26 kali di Liga 1 musim ini.

Meski begitu, Bagas masih memiliki mimpi bermain di Eropa atau di luar Indonesia. Keinginannya itu disampaikan oleh Bagus saat tampil dalam YouTube Marc Klok.

"Bagas Kaffa juga sangat ingin bermain di luar negeri. Namun, ia masih memilih agen yang tepat dan bersedia membawa dia ke luar negeri," terang Bagus Kahfi.

Setidaknya Bagas memiliki pengalaman di kompetisi dengan bermain rutin di Barito Putera. Modal inilah yang membuat Bagas seperti takkan kesulitan bermain di luar dan tentu saja, kemampuannya masih dibutuhkan negara. Setidaknya Bagas menjadi masa depan sepak bola Indonesia menembus Dunia.