Arsenal 3-2 Manchester United: 5 Poin Penting dari Laga di Emirates - Liga Inggris 2022/23

Nanda Febriana
Arsenal 3-2 MU: Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen Liga Inggris 2022/23
Arsenal 3-2 MU: Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen Liga Inggris 2022/23 / Catherine Ivill/GettyImages
facebooktwitterreddit

Pertemuan antara Arsenal dan Manchester United di Emirates pada Minggu (22/1) malam WIB pada pekan ke-20 Liga Inggris 2022/23 berjalan dengan sengit. Laga tersebut menghasilkan lima gol dan berakhir dengan skor Arsenal 3-2 MU.

The Gunners pun kini memimpin klasemen dengan 50 poin dan unggul lima poin dari pesaing terdekat, Manchester City dan bahkan masih menyimpan satu laga di tangan. Sementara itu, MU bercokol di posisi keempat dengan mengoleksi 39 poin dari 20 pertandingan.


5 Poin Penting dari Laga Arsenal 3-2 MU

1. MU Kian Sulit Menjadi Pesaing Gelar Liga Inggris 2022/23

Lisandro Martinez, Christian Eriksen, Bruno Fernandes
Arsenal 3-2 MU: Kekalahan di Emirates seolah meluluhkan harapan Setan Merah menjadi juara musim ini / Catherine Ivill/GettyImages

Kekalahan di Emirates membuat pasukan Erik Ten Hag kini sudah berselisih 11 poin dengan Arsenal di puncak klasemen, dengan tim yang disebutkan terakhir masih menyimpan satu laga di tangan. Tentu saja, selisih 11 poin bukanlah hal yang mudah untuk dikejar dengan kondisi permainan Arsenal yang kian stabil dan kompak.

Target paling masuk akal bagi MU musim ini pun sekadar masuk ke empat besar untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan.


2. Arsenal Si Tukang Tembak

Bukayo Saka
Arsenal 3-2 MU: Bukayo Saka pencetak gol kedua The Gunners / Shaun Botterill/GettyImages

Gol kedua Arsenal yang dicetak Bukayo Saka merupakan gol keenam yang dicetak pasukan Mikel Arteta dari luar kotak penalti. Angka ini mungkin terlihat tidak terlalu menonjol dibanding 39 gol yang dicetak di dalam kotak penalti.

Namun, dalam perspektif yang lebih luas jumlah ini bahkan sudah melebihi catatan mereka untuk gol serupa pada 2019/20 dan 2020/21, ketika mereka hanya mencetak masing-masing lima dan tiga gol dari luar kotak penalti.
Pada musim lalu, Arsenal berhasil mencetak 10 gol dari luar kotak penalti sepanjang musim.

Catatan enam gol di luar kotak penalti ini, jika disandingkan dengan jumlah gol yang dicetak dari jarak di atas 15 meter, di mana kita bisa mengategorikannya sebagai gol yang tidak dicetak dari jarak dekat, akan membengkak menjadi 10 gol.

Catatan ini bisa menjadi kredit tersendiri untuk Mikel Arteta yang tampaknya telah memoles skuadnya untuk memiliki lebih banyak senjata dalam menyerang lawan. Bahkan dalam laga kontra MU, pasukan Arteta menunjukkan kecenderungan untuk memborbardir gawang lawan dengan melepaskan 25 tembakan, meski hanya 5 di antaranya yang mengarah ke gawang.


3. Arsenal Menyentuh 50 Poin dalam 19 Laga

Mikel Arteta
Arsenal 3-2 Manchester United - Premier League / James Williamson - AMA/GettyImages

Dengan torehan 50 poin dari 19 laga, Arsenal kini menyamai rekor tim-tim seperti Chelsea, Manchester City, dan Liverpool yang pernah mengoleksi 50 poin atau lebih dalam 19 laga. Namun, bagaimana dengan nasib tim-tim yang mengoleksi 50 poin atau lebih tersebut di akhir musim?

Pada era Premier League ada empat musim sebelumnya ketika sebuah tim memiliki 50 poin dari 19 pertandingan. Momen ini terjadi pada musim 2005/06 (Chelsea, 52 poin), 2017/18 (Manchester City, 55 poin), 2018/19 (Liverpool, 51 poin), dan 2019/20 (Liverpool, 55 poin). Dalam empat kesempatan tersebut, hanya Liverpool pada 2018/19 yang tidak berakhir sebagai juara.


4. Absennya Casemiro Cukup Berdampak untuk MU

Scott McTominay
Arsenal vs Manchester United - Premier League / James Williamson - AMA/GettyImages

Menyebut kehilangan satu pemain sebagai biang kekalahan mungkin terdengar seperti cari-cari alasan dan omong kosong. Namun, di sini konteksnya adalah pemain tersebut adalah pemain terbaik tim Anda, salah satu gelandang tengah terbaik dunia dengan berkalung sekian medali juara, dan Anda kehilangan pemain ini di sebuah laga penting menghadapi tim terkuat di liga.

Nasib MU sepertinya sudah ditentukan ketika Casemiro menerima kartu kuning kelimanya musim ini saat Setan Merah ditahan imbang 1-1 kontra Crystal Palace. Scott McTominay dan Christian Eriksen bukan tandingan setara bagi pasukan Arsenal yang sepanjang musim ini begitu intens dan mematikan dalam melakukan high pressing.


5. Hanya Kecerobohan yang Bisa Menjegal Arsenal

Mikel Arteta, Martin Odegaard
Arsenal vs Manchester United - Premier League / Shaun Botterill/GettyImages

Manchester City saat ini tampak sedikit lebih rapuh dibandingkan musim-musim sebelumnya, performa Newcastle dan Manchester United masih terlalu fluktuatif untuk benar-benar bisa bersaing di jalur juara, dan Arsenal tidak memiliki kompetisi Eropa untuk dijalani musim ini.

Sepertinya hanya kecerobohan, sifat cepat puas, dan badai cedera masif yang akan menjegal langkah Arsenal ke tangga juara Liga Inggris yang terakhir mereka rasakan nyaris dua dekade silam.

facebooktwitterreddit