Antonio Conte Merasa Bukan Sosok Tepat untuk Tottenham Hotspur

Amanda Amelia
Antonio Conte
Antonio Conte / Robbie Jay Barratt - AMA/GettyImages
facebooktwitterreddit

Tottenham Hotspur gagal melanjutkan tren positif usai mengalahkan Manchester City saat secara tak terduga takluk dari klub penghuni zona degradasi, Burnley, dalam partai tunda Liga Inggris yang berlangsung pada Kamis (24/2) dinihari WIB.

Spurs sebenarnya menguasai jalannya laga sejak awal dan unggul dalam hal penguasaan bola yakni 66 persen berbanding 34 persen, namun sepanjang 90 menit, tim tamu hanya bisa melakukan dua sepakan on target.

Keberuntungan sepertinya memang lebih berpihak pada skuad asuhan Sean Dyche, mereka berhasil mengunci tiga poin lewat gol Ben Mee di menit ke-71. Skor akhir Burnley 1-0 Tottenham.

Seusai pertandingan, Antonio Conte pun tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya, bahkan pelatih asal Italia tersebut memberi sinyal seolah dirinya sudah menyerah sekaligus menilai bahwa dia bukanlah sosok yang tepat untuk Harry Kane dan kawan-kawan.

"Saya datang ke sini untuk membantu Tottenham Hotspur, jika ternyata permasalahan utamanya adalah pelatih, saya siap hengkang. Bukan masalah," ujar Conte seperti dilansir BBC.

"Saya tidak terbiasa dengan situasi semacam ini. Ya, tentu saja saya sudah melakukan segala cara (untuk membantu tim), namun situasinya tidak juga berubah. Saya siap mengikuti apa yang diinginkan klub," tambahnya.

Saat ini Tottenham Hotspur masih tertahan di posisi delapan klasemen sementara Liga Inggris dengan raihan 39 poin, sebelumnya Hugo Lloris dkk juga sudah lebih dulu tersingkir dari Piala Liga dan didiskualifikasi dari Liga Konferensi Eropa.

Menutup pembicaraan, Conte juga mengakui bahwa dirinya benar-benar frustrasi dengan situasi sulit yang tengah dihadapi klubnya.

"Saya datang ke sini untuk meningkatkan performa klub dan membantu Tottenham keluar dari situasi sulit. Ya, mungkin saat ini saya tidak berada dalam kondisi yang baik dan gagal membantu tim. Saya adalah orang yang selalu berkata jujur, tentu saya tak bisa terus menutup mata dan melanjutkan pekerjaan di tengah situasi semacam ini," lanjut pelatih berusia 52 tahun itu

"Saya dan dewan klub harus segera melakukan pembicaraan, sekarang adalah saat yang tepat untuk melakukan penilaian. Saya benar-benar merasa frustrasi," urainya.

facebooktwitterreddit