Alfriyanto Nico, Garuda Muda yang Berkembang di Jakarta

Alfriyanto Nico
Alfriyanto Nico / 90min
facebooktwitterreddit

Alfriyanto Nico merupakan pemain muda potensial yang dimiliki Indonesia. Ia lahir di Surakarta, 3 April 2003 dan sepak bola sudah menjadi gairahnya sejak kecil.

Awalnya Nico memang tak mendapat restu sang Ayah untuk berkecimplung di dunia sepak bola. Sang Ayah ingin Nico lebih fokus dulu di sekolah. Namun perlahan, izin pun diterbitkan Sang Ayah dan Nico pun langsung masuk SBB.

SSB Kasatria di Solo merupakan SSB pertama Nico. Saat itu Nico masih menginjak kelas 5 SD, tapi Nico sudah menunjukkan bakat besarnya di sepak bola.

“Semula hanya sering ikut antar kakak latihan SSB. Karena sering menonton latihan Kakak di SSB, akhirnya disuruh Pakde masuk SSB saja. Pakde akhirnya bilang ke Alm. Bapak. Awalnya Bapak tidak mengizinkan karena lebih senang jika Nico fokus sekolah dulu. Akhirnya Nico dikasih izin untuk masuk SSB,” kata Nico dikutip dari laman resmi Persija.

Selepas SSB Kasatria, Nico yang bermain di lini serang itu pindah ke SSB Pop hingga akhirnya bisa memperkuat Persis Solo U15 di ajang Piala Soeratin 2018.

Bersama Persis U15, Nico menunjukka kualitasnya. Bahkan ia mengantar Laskar Sambenyawa Muda dengan menjuarai Piala Soeratin U15 Jawa Tengah dengan mengalahkan Persebi Boyolali U15.


Nekat ke Jakarta

Setelah Soeratin Jawa Tengah dan mewakili provinsi di level Soeratin Nasional, Nico melangkah maju. Ia dikabarkan nekat mengikuti seleksi Persija U16 yang berkompetisi di Elite Pro Academy alias EPA.

Kenapa disebut nekat, karena kala itu Nico tak punya biaya untuk mengikuti seleksi ke Jakarta. “Waktu itu belum ada biaya. Akhirnya pinjam uang ke istrinya Pakde. Dari uang pinjaman itu terus nekat saja berangkat. Kalau lolos ya rezeki kalau tidak berarti belum rezeki,” ujar Nico.

Bersama lima orang temannya dan didampingi satu pelatih, Nico akhirnya menjalani seleksi di Persija U16 dan dinyatakan lolos. Setelah balik ke Solo pascaseleksi, Nico pun kembali lagi ke Jakarta untuk mengikuti agenda tim.

“Di Jakarta saya menginap di rumah teman. Di rumah teman itu sempat bingung. Saya merasa tidak enak menginap di situ terus," ucapnya.

"Nico pun pergi dan tinggal di masjid selama satu malam sebelum akhinrya diajak Om tinggal di Citayam, Depok. Setelah tinggal di Citayam satu minggu, Nico ditawari tinggal di mes Pamulang,” sambung Nico.

Perjuangan Nico nekat ikut seleksi di Persija tak sia-sia. Setelah masuk Persija U16 pada 2019, kariernya pun cepat menanjak ke tim U18, U20, hingga akhirnya promosi ke tim utama pada 2021.

Bermain di Inggris bersama Garuda Select

Oktober 2019 menjadi salah satu momen tak terlupakan bagi Nico. Ia terpilih mengikuti Program Garuda Select yang merupakan program akselerasi pesepak bola Indonesia untuk bisa berlatih dan bertanding di Eropa, khususnya Inggris.

Nico merasakan tempaan keras khas Inggris bersama Garuda Select. Ia mendapat ilmu baru di bawah kendali Dennis Wise dan Des Walker selaku pelatih Garuda Select.

Selama bergabung dengan Garuda Select dari Oktober 2019 sampai Maret 2020, Nico berkesempatan berlatih dan bertanding di Inggris dan Italia. Budaya dan pemahaman taktik khas sepak bola Eropa pun dilahap dengan baik oleh Nico.

Atmosfer pertandingan di Eropa pun dirasakan Nico. Ia berkesempatan merasakan pertandingan di Inggris dan Italia. Meski level usia muda, namun sepak bola Inggris sudah mengandalkan taktik, dan juga fisik. Sementara, Italia sejak usia muda sudah sangat fasih bermain dengan pemahaman taktik yang tinggi.

"Kini ilmu saya menjadi lebih berkembang dalam bermain sepak bola yang benar. Banyak pelajaran yang saya dapatkan juga seperti cara menjadi penyerang yang baik dan kombinasi dengan pemain lain agar membuat situasi berbahaya saat di lini belakang lawan," kata Nico.

Garuda Select menjadi pengalaman berharga Nico. Banyak pengalaman yang bisa diambilnya dari sepak bola Eropa sebagai bekal karier sepak bolanya.

"Tidak banyak anak Indonesia yang bisa mendapatkan kesempatan seperti saya," tutur Nico.

Kualitas Nico sebagai penyerang selama di Inggris layak diacungi jempol. Pujian dan sanjungan kerap terlontar dari Dennis Wise dan Des Walker.

Ia mampu masuk daftar top scorer Garuda Select season kedua dengan koleksi delapan gol. Nico hanya kalah dari Muhammad Rafli Asrul (9 gol), dan yang pertama adalah Bagus Kahfi (16 gol).

Kembali ke Persija dan Menembus Tim Senior

Setelah mengikuti Program Garuda Select, Nico kembali ke Persija. Ia masuk dalam skema Persija yang musim ini lebih banyak mengandalkan pemain muda.

Nama Nico masuk dalam tim senior yang disiapkan untuk Piala Menpora 2021, turnamen pramusim sebelum Liga 1 2021-2022 dimulai. Di turnamen inilah, nama Nico semakin berkibar di seantero Indonesia.

Pertandingan kedua Grup B saat melawan Borneo FC, menjadi momen bersejarah bagi Nico. Ia melakuman debutnya untuk tim senior Persija.

Tidak tanggung-tanggung, Nico diminta pelatih Sudirman untuk menggantikan posisi Riko Simanjuntak di sayap kanan.

Secara total, Nico mendapat menit bermain yang cukup di tim senior saat Piala Menpora. Ia bermain delapan kali dan membawa Persija juara turnamen tersebut usai mengalahkan Persib Bandung dengan agregat 4-1.

Mengidolai Bambang Pamungkas

Penampilan bagusnya di Piala Menpora membuat dirinya masuk skuad Liga 1. Tahun lalu Nico bahkan membuat gol debut untuk Persija dengan gaya layaknya Bambang Pamungkas.

Melawan Persik yang berakhir imbang 2-2 menjadi gol debutnya di Macan Kemayoran dan juga Liga 1. Gol tandukan Nico dalam laga duel antara Persija dan Persik saat itu mengingatkan pada sosok Bambang Pamungkas yang dikenal sangat piawai dalam menerima umpan silang dan menuntaskannya dengan sundulan mematikan.

Melayang di udara sembari melihat arah gawang saat menyudul, seakan menjadi kemampuan Nico. Talentanya benar-benar terasah ketika bermain di Liga 1 yang merupakan kompetisi profesional di Indonesia.

Menyoal gaya bermainnya yang mirip Bepe, Nico tak menampik awal karienya ia terinspirasi dengan legenda Persija dan timnas Indonesia itu.

"Saya terinspirasi sama beliau, dengan cara mas Bepe bermain. Skill-nya juga bagus. Punya kemauan dan selalu kerja keras setiap kali tampil, baik di Persija maupun timnas," jelasnya.

Mimpi Timnas Indonesia

Dengan kemampuan yang dimilikinya, Nico Nico digadang-gadang sebagai pemain muda potensial. Dia adalah pemain orbitan Persija yang tampil impresif di Liga 1.

Di usianya yang muda tak memengaruhi kualitas bermainnya di lapangan. Mimpi Nico memperkuat timnas pun kini terbuka lebar. Inilah yang diimpikan semua pemain di Indonesia.

Nama Nico sempat dipanggil mengikuti pemusatan latihan timnas Indonesia U19. Tim besutan Shin Tae-yong ini memang diproyeksikan untuk tampil di Piala Dunia U20 2023 mendatang.

Beruntungnya Nico, ia dikelilingi pemain senior berkelas Internasional di Persija. Marco Motta, menjadi salah satu pemain yang ia serap ilmunya. Apalagi, Motta merupakan bek sayap dengan kemampuan komplet yang pernah bermain di Serie A dan Premier League.

Untuk level internasional, Nico juga sudah memiliki jam terbang internasional lumayan tinggi, terutama saat tergabung di Program Garuda Select season kedua. Nico pun sudah mendapat kesempatan mengikuti pemusatan latihan timnas U19 dan merasakan sentuhan materi taktik dan fisik dari Shin Tae-yong.

Kini, Nico tinggal menunggu saja panggilan dari Skuad Garuda untuk Piala Dunia U20. Jika konsisten menampilkan permainan terbaik di Persija, Nico bakal menjadi pemain masa depan dan adalan timnas Indonesia.