Alasan PIala Dunia 2022 Diadakan pada November-Desember

FIFA World Cup Qatar 2022
FIFA World Cup Qatar 2022 / Christopher Pike/GettyImages
facebooktwitterreddit

Gelaran Piala Dunia, lumrahnya dilaksanakan saat Liga-liga top Eropa menyelesaikan kompetisinya di bulan Juni sampai Juli. Namun, FIFA selaku federasi sepakbola justru mengubah tradisi tersebut pada tahun 2022 ini.

Aerial Views Of FIFA World Cup Qatar 2022 Venues
Aerial Views Of FIFA World Cup Qatar 2022 / David Ramos/GettyImages

Sebagaimana diketahui, Qatar yang ditunjuk sebagai tuan rumah dengan mengalahkan kompetitor lainnya seperti Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat telah memutuskan untuk menggelar turnamen pada bulan November sampai Desember (21 November sampai 18 Desember).

Perubahan itu tentu saja sempat timbul banyak pernyataan dan protes. Sebab, lima liga top Eropa mau tidak mau, harus memadati jadwalnya sebelum ajang empat tahunan dimulai begitu juga dengan kompetisi Eropa (Liga Champions, Liga Europa dan Liga Konferensi Eropa).

Dibalik keputusan yang dilakukan FIFA, tentu saja mereka memiliki alasannya. Jawabannya cukup sederhana mengapa Negeri dari Timur Tengah ini tak bisa menyelenggarakan Piala Dunia di musim panas (Juni sampai Juli).

Alasan terkuatnya, karena faktor cuaca. Pada bulan Juni sampai Agustus, Qatar terbilang memiliki cuaca yang cukup ekstrem lantaran bisa mencapai 50 derajat Celcius. Setelah itu, adanya kelembaban udara yang rendah dan badai petir, juga menjadi penyebabnya.

Maka dari itu, FIFA menyetujui untuk mengubah jadwal menjadi ke akhir tahun 2022, setelah melihat cuaca di November sampai Desember bisa berada di antara 20 sampai 30 derajat Celcius, sehingga menguntungkan banyak pihak seperti pemain dan suporter yang akan memadati stadion.

Bahkan, pihak Qatar sampai memutuskan untuk menggunakan Air Conditioner (AC) pada delapan stadionnya pada Piala Dunia nanti, guna membuat nyaman seluruh suporter di seluruh dunia yang akan menyaksikan momen sejarah nanti.