Juventus

Agnelli Bersikeras European Super League Bukan Kudeta

Arief Hadi Purwono
Andrea Agnelli
Andrea Agnelli / Jonathan Moscrop/Getty Images
facebooktwitterreddit

Presiden Juventus Andrea Agnelli terus memberikan pembelaan kepada European Super League (ESL). Menurutnya Super League ada bukan untuk mengkudeta sistem sepak bola saat ini, tetapi sebagai peringatan.

Juventus, bersama Real Madrid dan Barcelona, merupakan tiga klub yang masih ada di European Super League. Ketiganya terancam disanksi oleh UEFA. Meski begitu Agnelli menilai Super League bukanlah kudeta melainkan peringatan untuk sepak bola Eropa.

Andrea Agnelli
Andrea Agnelli / Marco Rosi/Getty Images

"Kami berusaha dengan segala cara untuk mengubah persaingan internasional dari dalam," kata Agnelli sebagaimana dilansir dari Football-Italia.

"Saya ingat proposal 2019 antara ECA dan UEFA, yang menurut saya sangat bagus, dan ternyata didukung oleh klub-klub di divisi dua, tiga, dan empat."

"Anda tidak bisa tidak mengakui bahwa sepak bola Eropa terkonsentrasi pada monopoli kekuasaan eksekutif, ekonomi dan yudikatif, meninggalkan UEFA dengan tanggung jawab yang hampir sewenang-wenang untuk perizinan."

"Sistem yang ada saat ini tidak efisien. Liga Super bukanlah kudeta, tetapi seruan putus asa untuk memperingatkan sistem yang sudah di ambang kehancuran sebelum pandemi, dan menuju kebangkrutan," tegas Agnelli.

facebooktwitterreddit