6 Kasus Kesalahan Identitas yang Aneh dalam Sepakbola

FBL-ENG-PR-CHELSEA-ARSENAL-FILES
FBL-ENG-PR-CHELSEA-ARSENAL-FILES | GLYN KIRK/Getty Images

Menentukan identitas yang tepat dalam sepakbola merupakan hal yang penting dalam tugas seorang wasit dalam memberikan keputusan (begitu pula bagi komentator ketika mengucapkan nama pemain dalam momen-momen penting). Namun kadang seorang wasit dapat melakukan kesalahan dalam memberikan keputusan, seperti pemberian kartu kuning atau merah.



Berikut adalah enam kasus kesalahan identitas yang aneh dalam sepakbola.

1. Wes Brown dan John O’Shea di Sunderland

FBL-ENG-PR-MAN UTD-SUNDERLAND
FBL-ENG-PR-MAN UTD-SUNDERLAND | PAUL ELLIS/Getty Images

Pertandingan antara Manchester United dan Sunderland dalam ajang Liga Primer Inggris di Old Trafford pada musim 2014/15 menghasilkan kejadian yang unik terkait kesalahan identitas. Tim tuan rumah mendapatkan kesempatan mencetak gol dari titik putih setelah John O’Shea melanggar Radamel Falcao di dalam kotak terlarang.

Namun, Roger East yang bertugas sebagai wasit memberikan kartu merah kepada Wes Brown. Keduanya tidak memiliki kemiripan yang signifikan mengingat O’Shea memiliki rambut hitam, sementara Brown memiliki rambut dengan warna yang lebih terang.

Meskipun O’Shea menjelaskan dengan tegas bahwa Brown tidak bersalah, Roger East tetap mempertahankan keputusannya. Walau demikian, kartu merah untuk Brown pada akhirnya dicabut. O’Shea juga tidak mendapatkan sanksi akibat keputusan East untuk memasukkan insiden ini di dalam laporan pertandingan.

2. Kartu Merah Brede Hangeland Kontra AS Roma

Fulham's Norwegian defender Brede Hangel
Brede Hangeland / Fulham | GLYN KIRK/Getty Images

Kejadian serupa juga pernah terjadi ketika Fulham dan AS Roma berhadapan di Craven Cottage dalam fase grup Liga Europa musim 2009/10. Paul Allaerts dan lima asisten wasitnya memberikan kartu merah kepada Brede Hangeland, pemain paling tinggi dalam skuat The Cottagers saat itu, meskipun Stephen Kelly menjadi pemain yang melakukan pelanggaran terhadap John Arne Riise.

Keputusan tersebut pada akhirnya dibatalkan setelah para pemain Fulham melakukan protes yang besar setelah keputusan tersebut diberikan.

3. Kesalahan Sky Sports Terkait Manajer Baru Huddersfield Town

Kedatangan seorang pemain atau manajer baru untuk menyaksikan pertandingan tim barunya adalah kejadian umum dalam sepakbola. Huddersfield Town mendapatkan sorotan pada musim 2018/19 ketika mereka menunjuk Jan Siewert untuk menggantikan David Wagner. Sorotan terhadap kejadian tersebut meningkat ketika kamera Sky Sports menyorot sosok yang mirip dengan Siewert.

Namun ternyata sosok yang disorot oleh kamera Sky Sports hanya penonton biasa.

4. Tiga Kartu Kuning untuk Josip Simunic

Croatian defender Josip Simunic looks de
Josip Simunic | MICHAEL URBAN/Getty Images


Kesempatan untuk menjadi wasit dalam kompetisi besar seperti Piala Dunia adalah pencapaian yang luar biasa bagi wasit manapun. Graham Poll dari Inggris berhasil mendapatkan kesempatan itu pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Namun pertandingan terbesar dalam karier Poll berakhir dengan mengecewakan.

Timnas Australia dan Kroasia bertemu untuk menentukan tim yang akan lolos ke babak berikutnya, pertandingan berada dalam skor imbang 2-2 dan memasuki akhir babak kedua. Permasalahan di lapangan membuat Poll memberikan kartu merah kepada Dario Simic (Kroasia) dan Brett Emerton (Australia). Kartu kuning kedua juga diberikan kepada Josip Simunic.

Namun Simunic tidak meninggalkan lapangan, akibat kesalahan identitas dalam pemberian kartu. Simunic mendapatkan kartu kuning ketiganya setelah akhir pertandingan akibat melakukan protes yang berlebihan.

5. Kesalahan Robin Zentner yang Nyaris Berakibat Fatal

Kesalahan identitas tidak hanya dapat dialami oleh wasit atau media, tetapi juga oleh pemain di dalam lapangan. Kejadian seperti ini dialami oleh Robin Zentner dalam pertandingan Bundesliga antara Mainz dan Borussia Monchengladbach. Zentner yang membela Mainz seharusnya menendang bola yang diberikan kepadanya, namun justru menendang titik putih di dalam kotak penalti.

Kesalahan tersebut nyaris membuat timnya kebobolan, tetapi upaya Gladbach untuk memanfaatkan kesalahan itu digagalkan oleh rekan-rekan Zentner.

6. Kesalahan dalam Pertandingan ke-1000 Arsene Wenger dengan Arsenal

Kieran Gibbs, Alex Oxlade-Chamberlain, Andre Marriner
Chelsea v Arsenal - Premier League | Shaun Botterill/Getty Images

Arsene Wenger pantas disebut sebagai manajer terbaik dalam sejarah Arsenal. Wenger menjalani ribuan pertandingan sepanjang kariernya dengan The Gunners dan mendapatkan pencapaian di berbagai kompetisi. Namun hal yang tidak diinginkan terjadi pada pertandingan ke-1000 sebagai manajer klub London Utara tersebut.

Kunjungan Arsenal ke Stamford Bridge berakhir dengan kekalahan 0-6 dari Chelsea. Dalam pertandingan tersebut, kesalahan identitas dalam memberikan kartu merah juga terjadi ketika Andre Marriner memberikan kartu tersebut kepada Kieran Gibbs, meskipun pelanggaran dilakukan oleh Alex Oxlade-Chamberlain.