5 Alasan Mengapa Real Madrid Membutuhkan Sadio Mane

Nanda Febriana
Liverpool FC v AFC Bournemouth  - Premier League
Liverpool FC v AFC Bournemouth - Premier League / Jan Kruger/Getty Images
facebooktwitterreddit

Real Madrid dikabarkan akan melakukan transfer pembelian yang menarik di musim panas 2020 nanti dengan mendatangkan penyerang asal Senegal yang kini memperkuat Liverpool, Sadio Mane. Rumor mengenai ketertarikan Los Blancos terhadap Mane di sisi lain juga memperkuat sinyal kedatangan Timo Werner ke Anfield.

Lalu apa alasan Real Madrid membutuhkan Sadio Mane pada musim mendatang? Apa yang dimiliki pemain berusia 28 tahun itu dan kondisi apa yang terjadi di Madrid yang memungkinkan transfer ini bakal terjadi?


1. Real Madrid Membutuhkan Perubahan di Lini Serang

Sevilla FC v Real Madrid CF  - La Liga
Sevilla FC v Real Madrid CF - La Liga / Aitor Alcalde/Getty Images

Sementara Real Madrid sudah merekrut Luka Jovic dan Eden Hazard pada musim panas 2019 lalu tak satu pun dari keduanya yang sudah memberikan kontribusi memuaskan.

Pada sisi lainnya, Gareth Bale dan Karim Benzema jelas tidak bertambah muda, maka El Real pun wajar untuk mencari solusi instan dengan membeli pemain di lini serang yang sudah matang dan kenyang pengalaman. Sadio Mane adalah salah satu jawaban yang paling memberikan jaminan saat ini dengan performa impresifnya bersama Liverpool dalam dua musim terakhir.


2. Mane Mampu Menjalankan Rotasi Posisi di Lini Serang

Liverpool terkenal dengan trio lini serang mereka yang memiliki atribut yang saling melengkapi satu sama lain. Namun yang jelas ada satu kesamaan atribut yang mereka miliki yaitu insting mencetak gol yang bagus.

Begitu halnya dengan Sadio Mane yang sudah mencetak 18 gol pada musim 2019/20 ini. Meski posisi aslinya adalah seorang winger, Mane tidak hanya menyisir sisi lapangan untuk memberikan ancaman. Dengan pemahaman yang baik di antara dirinya dengan Mohamed Salah dan Roberto Firmino, Mane bisa membuat para bek lawan kebingungan saat ketiganya memilih untuk bertukar posisi dan peran sebagai pemain yang mengalirkan bola dari lini tengah ke lini depan, mendsitrbusikan umpan silang maupun terobosan, sekaligus sebagai penyelesai akhir.

Trio Liverpool bisa dibandingkan dengan trio Real Madrid semasa Cristiano Ronaldo (bersama Gareth Bale dan Karim Benzema) masih bermain di Santiago Bernabeu. Zinedine Zidane sepertinya ingin kembali memiliki lini serang yang menawarkan kombinasi sistem mematikan dengan mendatangkan Mane, dan juga Hazard pada musim lalu.


3. Ketajaman Lini Serang Los Blancos Terus Menurun

Sejak 2009/10, musim perdana Cristiano Ronaldo di Bernabeu, hingga 2016/17 Real Madrid selalu berhasil mencetak lebih dari 100 gol ajang La Liga. Pencapaian itu kemudian menurun menjadi 94 gol pada musim 2017/18 dan 63 gol pada 2018/19. Sementara pada musim 2019/20 yang sudah berjalan 27 pertandingan, El Real baru mencetak 49 gol.

Penurunan produktivitas ini bisa jadi disebabkan dari kepindahan Ronaldo ke Juventus pada musim panas 2018 dan juga kejenuhan di lini serang Madrid yang hingga hari ini masih mengandalkan Benzema dan Bale.

Kedatangan Mane tentunya diharapkan bisa kembali mengangkat produktivitas El Real, ditambah dengan Eden Hazard, dan kemungkinan Kylian Mbappe yang juga masuk incaran.


4. Sadio Mane Bermental Baja

Liverpool FC v Atletico Madrid - UEFA Champions League Round of 16: Second Leg
Liverpool FC v Atletico Madrid - UEFA Champions League Round of 16: Second Leg / Visionhaus/Getty Images

Ada satu syarat tak tertulis jika seorang pemain ingin memiliki karier yang langeng di Real Madrid di luar faktor kualitas permainan dan syarat itu adalah mentalitas yang tangguh.

Para pemain Real Madrid akan selalu bermain di bawah tekanan karena nama besar klub Spayol itu. Fakta bahwa pendukung setia mereka di Bernabeu tidak kenal ampun dalam mengkritik dan mengejek pemain mereka sendiri membuat siapa pun yang bersedia mengenakan seragam putih Real harus memastikan mereka selalu tampil 100 persen di setiap laga.

Sadio Mane memiliki mentalitas yang tidak cengeng sebagai pesepak bola. Pemain asal Senegal ini jarang sekali mengeluh dan menyalahkan keadaan ketika timnya bermain buruk di atas lapangan. Karakter Mane yang satu ini bisa sangat menolong dirinya di lingkungan Bernabeu yang keras.


5. Pengalaman Juara

Setelah musim lalu berperan penting membawa Liverpool menjuarai Liga Champions, musim ini Sadio Mane tinggal selangkah lagi, tepatnya membutuhkan dua kemenangan lagi, untuk mengantar The Reds mengakhiri paceklik gelar Liga Inggris. Jika kompetisi berlanjut, rasanya sulit untuk menghentikan The Reds ke tangga juara Liga Inggris.

Dengan pengalaman menjadi juara yang sudah didapatkan Mane dalam dua musim terakhir, itu jelas menambah kelayakannya untuk berseragam Los Blancos.

facebooktwitterreddit