11 Pemain yang Menjuarai Liga Inggris Bersama Dua Klub Berbeda

James Milner
James Milner menjadi pemain kesebelas yang menjuarai Liga Inggris bersama dua klub yang berbeda | Pool/Getty Images

Setelah Liverpool dipastikan menjadi juara Liga Inggris 2019/20, salah satu gelandang mereka James Milner juga menorehkan sebuah catatan penting yang tak bisa disamai oleh banyak pemain. Dia menjadi salah satu dari 11 pemain yang menjuarai Liga Inggris bersama dua klub yang berbeda.

Lalu, siapa saja 10 pemain lainnya yang menjuarai Liga Inggris bersama dua klub yang berbeda?

1. Henning Berg

Henning Berg of Manchester United
Henning Berg salah satu eks penggawa juara bersama Blackburn Rovers dan Manchester United | Ben Radford/Getty Images

Henning Berg menjadi salah satu penggawa Blackburn Rovers yang mengangkat trofi Premier League pada musim 1994/95. Prestasi itu diteruskannya bersama Manchester United pada 1998/99 dan 1999/2000.

Bek asal Norwegia itu juga berperan penting dalam keberhasilan United meraih treble saat dia berhasil mengangkat trofi liga pertamanya bersama Setan Merah pada 1998/99.

2. Nicolas Anelka

Nicholas Anelka
Eks striker Chelsea dan Arsenal, Nicolas Anelka | Etsuo Hara/Getty Images

Nicolas Anelka adalah sedikit dari pemain sepak bola yang kerap berpindah-pindah klub da mampu menunjukkan performa yang berguna untuk tim-tim besar yang dibelanya.

Pria asal Prancis itu mengankat trofi Liga Inggris pertamanya pada musim 1997/98 bersama Arsenal, sebelum mengulang pencapaiannya bersama klub London lainnya, Chelsea, pada 2009/10

3. Carlos Tevez

Roberto Mancini, arlos Tevez
Carlos Tevez dan Roberto Mancini saat mengabtar Manchester City menjuarai Liga Inggris 2011/12 | Alex Livesey/Getty Images

Memperkuat dua tim kota Manchester dan sama-sama sukses mempersembahkan trofi liga untuk keduanya bukanlah sebuah prestasi yang bisa ditiru banyak pemain.

Carlos Tevez menjadi pujaan Old Trafford saat dia mempersembahkan gelar liga pada 2007/08, plus satu trofi Liga Champions, dan 2008/09.

Pemain asal Argentina itu lantas menjadi musuh suporter United saat memutuskan hengkang ke Manchester City pada musim panas 2009 dan merayakan trofi liga bersama si biru pada 2011/12 sembari mengolok Sir Alex Ferguson.

4. Ashley Cole

Eks full back Chelsea, Ashley Cole
Eks full back Chelsea, Ashley Cole | Shaun Botterill/Getty Images

Bersama Arsenal, Ashley Cole mempersembahkan dua gelar Premier League pada musim 2000/01 dan 2003/04. Kelihaiannya berperan sebagai full back serbabisa membuat Chelsea rela menempuh pendekatan ilegal demi mendapatkan tanda tangannya. Ashley Cole pun pindah ke Stamford Bridge pada musim panas 2006.

Bersama Chelsea, dia mengangkat trofi Premier League pada 2009/10 dan mempersembahkan trofi Liga Champions dua tahun berselang.

5. Kolo Toure

Kolo Toure
Eks pemain Arsenal, Kolo Toure | Phil Cole/Getty Images

Kolo Toure menjadi bagian penting dari skuat The Gunners yang mencetak sejarah dengan menjadi tim pertama, dan masih satu-satunya, yang berhasil menjadi juara liga Inggris tanpa sekali pun menelan kekalahan pada 2003/04.

Trofi yang sama baru bisa dia cicipi kembali delapan tahun berselang, saat dirinya mengantar Manchester City juara edisi 2011/12, yang merupakan trofi liga pertama klub tersebut selama 40 tahun lebih.

6. Gael Clichy

Eks gelandang Manchester City, Gael Clichy
Eks gelandang Manchester City, Gael Clichy | Alex Livesey/Getty Images

Gael Clichy sukses mengalungi tiga medali juara Liga Inggris dengan dua klub yang berbeda dalam kariernya. Pertama dia meraihnya bersama Arsenal dan skuat The Invincible-nya yang terkenal itu pada 2003/04.

Pada 2011/12 dan 2013/14, Clichy meraihnya bersama Manchester City, menjadikannya satu dari sedikit pemain di daftar ini yang bisa meraih total tiga gelar Liga Inggris.

7. Mark Schwarzer

Mark Schwarzer
Eks kiper Chelsea dan Leicester City | Marc Atkins/Getty Images

Mungkin bisa diperdebatkan apakah dirinya layak masuk dalam daftar ini mengingat saat memperkuat Chelsea pada 2014/15 dan Leicester City pada 2015/16 sama sekali tidak turun mengawal gawang kedua tim, dia hanya menjadi 'pemain skuat'.

8. N'Golo Kante

Ngolo Kante
N'Golo Kante (sedang memegang trofi) meraih trofi Premier League pertamanya bersama Leicester City | Michael Regan/Getty Images

N'Golo Kante dianggap menjadi faktor kunci kesuksesan Leicester City meraih gelar Liga Inggris pertama mereka pada musim 2015/16 yang sangat mengejutkan.

Chelsea pun tergiur untuk merekrut pemain asal Prancis yang pemalu ini pada musim panas 2016, dan sang pemain memberikan kontribusi instan dengan menjadi bagian penting dari skuat Antonio Conte yang juara pada 2016/17.

9. Robert Huth

Robert Huth merasakan trofi Liga Inggris bersama Chelsea dan Leicester City
Robert Huth merasakan trofi Liga Inggris bersama Chelsea dan Leicester City | Shaun Botterill/Getty Images

Robert Huth sebenarnya bisa saja menemani John Terry sebagai sesama lulusan akademi Chelsea yang berkarier panjang di Stamford Bridge, namun sayangnya dia dilego ke Middlesbrough setelah memeprsembahkan dua trofi Liga Inggris untuk Chelsea pada 2004/05 dan 2005/06.

Dia kemudian menjadi bagian dari skuat mengejutkan Leicester City yang menjuarai liga pada 2015/16.

10. Riyad Mahrez

FBL-ENG-PR-MAN CITY-CHELSEA
Pemain sayap asal Aljazair, Riyad Mahrez, menjuarai Liga Inggris bersama Leicester City dan Manchester City | OLI SCARFF/Getty Images

Satu lagi pemain dari skuat juara Leicester City pada 2015/16 yang juga berhasil meraih trofi liga bersama klub lain. Pemain sayap asal Aljazair, Riyad Mahrez, direkrut Manchester City pada musim panas 2018 dan langsung berperan membawa skuat Pep Guardiola meraih trofi Liga Inggris pada musim pertamanya di Etihad Stadium.

11. James Milner

James Milner
Gelandang Liverpool, James Milner | Laurence Griffiths/Getty Images

Setelah berhasil mengantar Manchester City menjuarai Premier League pada musim 2011/12 dan 2013/14, James Milner mengulang prestasinya bersama Liverpool pada musim 2019/20.

Meski tak selalu menjadi pilihan utama di dua klub yang diperkuatnya tersebut, pemain asal Inggris ini menunjukkan bahwa dirinya bisa berkontribusi sebaik mungkin saat diberi kesempatan oleh para pelatihnya.