​Inkosistensi performa​ Manchester United di musim 2018/19 ini, masih terus berlanjut setelah pada laga terakhir ajang ​Premier League, skuat asuhan Jose Mourinho hanya mampu meraih hasil imbang 2-2 kontra Southampton. Raihan satu poin tersebut, membuat Man United harus tertahan di posisi tujuh klasemen dengan meraup 22 poin - atau  sudah berbeda delapan poin dari Arsenal yang berada di batas akhir zona ​Champions League.


Bahkan nasib ​The Red Devils untuk bisa bermain di ​Champions League, akan semakin menipis apabila skuat asuhan Mourinho nantinya tidak mampu meraih hasil positif saat menghadapi The Gunners pada Kamis (6/12) dini hari WIB, nanti. Jose Mourinho, selaku manajer Man United pun juga mengakui jika anak asuhnya butuh keajaiban untuk bisa merangkak naik ke posisi empat besar klasemen Premier League, bila dilihat dari performanya saat ini.


"Musim lalu, menurut saya Man United sangat fantasis bisa menyelesaikan musim 2017/18 dengan berada di peringkat kedua, melihat kualitas skuat yang kami miliki ketimbang klub lain yang juga berjuang untuk finis di peringkat empat besar," ujar Mourinho dikutip dari ​Goal.


"Akan tetapi di musim 2018/19 ini, kami mempunyai lebih banyak masalah. Seperti yang saya katakan di awal musim, bahwa potensi untuk berada di empat besar sangat sulit. Saat ini, kami harus berusaha menang guna mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya, karena merupakan suatu keajaiban untuk Man United bisa mengakhiri musim 2018/19 di posisi empat besar," tutupnya.



Masalah yang paling menonjol dari skuat Man United saat ini adalah pada lini pertahanannya. Keroposnya lini pertahanan anak asuh Mourinho, membuat David De Gea dan kawan-kawan sering mendapatkan hasil yang kurang memuaskan.


Bahkan gawang kiper Timnas Spanyol itu sudah kebobolan 23 gol di Premier League, padahal laga baru berjalan selama 14 pekan.