Liga Champions

UEFA Mendapat Tekanan untuk Membatalkan Format Baru Liga Champions

Dananjaya WP
Apr 21, 2021, 8:21 PM GMT+7
Trofi Liga Champions
Trofi Liga Champions / Pool/Getty Images
facebooktwitterreddit

European Super League (ESL) nampak akan segera berakhir. Setelah enam klub besar Liga Inggris keluar, langkah serupa dilakukan oleh Atletico Madrid, Inter, dan Milan. Juventus sebagai salah satu klub dengan peran besar dalam pendirian kompetisi ini juga tidak merasa yakin bahwa proyek dapat berlangsung.

Keadaan ini membuat Barcelona dan Real Madrid menjadi dua klub yang tersisa dan belum mengeluarkan pernyataan. Meskipun hal ini disebut sebagai kemenangan bagi suporter sepakbola yang menolak rencana ESL, tenaga untuk melawan proses perubahan format kompetisi masih harus dikerahkan.

UEFA (Asosiasi Sepakbola Eropa) juga mendapat reaksi negatif terkait format baru Liga Champions. Format baru tersebut akan mulai berlaku pada 2024, dengan perubahan 36 peserta, jatah kualifikasi bagi klub elit, tambahan jumlah pertandingan, dan perubahan terhadap kualifikasi.

Menurut laporan dari Times, UEFA kini mendapat tekanan dari ECA (Asosiasi Klub Eropa) dan komunitas suporter lain. ECA saat ini tidak diisi oleh perwakilan dari 12 klub yang mendirikan ESL. Mereka mengundurkan diri jelang pengumuman ESL yang membuat dunia sepakbola terkejut.

Kini ECA mendapat kekuatan lebih untuk berusaha meyakinkan UEFA agar membatalkan format baru. Salah satu aspek yang disorot adalah tambahan jatah untuk mengikuti fase grup bagi tim-tim yang menjuarai kompetisi domestik.

Selama ini tiket ke fase grup umumnya dipengaruhi oleh koefisien liga dan pemberian oleh UEFA. Keadaan ini membuat juara dari liga domestik dengan koefisien yang rendah harus melalui tahap kualifikasi sebelum dapat mengikuti fase grup.

facebooktwitterreddit