Liga Champions

UEFA Kecam Rencana Pembuatan European Super League

Dananjaya WP
Ilustrasi logo UEFA
Ilustrasi logo UEFA / FABRICE COFFRINI/Getty Images
facebooktwitterreddit

Dunia sepakbola dikejutkan dengan adanya kabar terkait perkembangan European Super League. Kompetisi yang belum dibentuk itu direncanakan untuk memisahkan diri dari kompetisi yang dibuat UEFA (Asosiasi Sepakbola Eropa). Kabar tersebut muncul jelang rencana pengumuman format baru Liga Champions pada Senin (19/4).

Berbeda dengan wacana yang beredar dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan kali ini dapat disebut mendekati titik akhir. Sekitar 12 klub besar Eropa disebut sepakat dengan rencana untuk memisahkan diri dari UEFA.

Enam klub besar Liga Inggris (Manchester City dan United, Arsenal, Tottenham Hotspur, Liverpool, serta Chelsea). Tiga klub besar La Liga (Barcelona, Atletico Madrid, dan Real Madrid), dan tiga dari Serie A (Juventus, Inter, dan Milan). Hanya wakil dari Ligue 1 dan Bundesliga yang tidak terlibat sejauh ini.

UEFA membalas dengan mengeluarkan pernyataan untuk mengecam rencana tersebut. Pernyataan UEFA didukung oleh Liga Inggris, La Liga, Serie A, dan asosiasi sepakbola dari ketiga negara tersebut.

“Apabila rencana ini menjadi kenyataan, kami menegaskan bahwa kami akan bersatu untuk menghentikan proyek ini. Proyek yang dibangun berdasarkan kepentingan pribadi dari pendirinya. Kami akan mempertimbangkan segala tindakan yang dapat dilakukan, dari segi peraturan sepakbola atau hukum, untuk menghentikannya,” ucap pernyataan dari UEFA.

UEFA juga menegaskan bahwa klub-klub yang memisahkan diri akan dilarang tampil dalam kompetisi domestik, kontinental dan internasional. Sedangkan pemain-pemain di klub tersebut juga dapat dilarang tampil dalam pertandingan-pertandingan internasional dengan negara mereka masing-masing.

UEFA menambahkan ucapan terima kasih kepada klub-klub Bundesliga dan Ligue 1 yang tidak mengikuti rencana ini.

facebooktwitterreddit