Chelsea

Roman Abramovich Izinkan Proses Penjualan Chelsea Terus Berlanjut

Amanda Amelia
Stamford Bridge, markas Chelsea
Stamford Bridge, markas Chelsea / SOPA Images/GettyImages
facebooktwitterreddit

Invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina membuat beberapa pihak ikut menjadi sorotan, termasuk di antaranya Roman Abramovich, seperti diketahui, dirinya memang dinilai dekat dengan Vladimir Putin.

Hal ini membuat pemerintah Inggris memberikan sanksi tegas dengan membekukan seluruh aset Abramovich yang ada di negara pimpinan Ratu Elizabeth II tersebut, termasuk di antaranya Chelsea.

Sebelumnya, Abramovich memang sudah mengumumkan keputusan untuk menjual klub, namun seiring dengan pembekuan aset, proses tersebut harus dihentikan sementara, klub masih bisa dijual dengan syarat pria asal Rusia tersebut tidak mendapatkan keuntungan sedikit pun.

Kini menurut laporan Daily Telegraph, Abramovich sudah memberikan lampu hijau agar proses penjualan Chelsea terus dilanjutkan. Pria berusia 55 tahun tersebut juga sudah meminta bantuan dari Raine Bank dan proses ini diharapkan akan rampung dalam empat sampai enam pekan ke depan.

Kabar ini tentu menjadi hal yang sangat melegakan bagi para penggemar Chelsea, pasalnya klub yang bermarkas di Stamford Bridge tersebut juga mendapatkan sanksi yang cukup berat, termasuk di antaranya tak diberikan izin untuk menjual tiket pertandingan selain pada pemegang tiket musiman, meski mereka tetap bisa menjalani aktivitas sebagai institusi olahraga, berdasarkan izin khusus yang diberikan.

The Blues juga masih bisa memenuhi pembayaran gaji terhadap pemain, pelatih, dan staff lainnya. Namun mereka tidak dapat melakukan rekrutmen pemain atau memberi kontrak baru. Selain itu, Chelsea juga tidak dapat melakukan penjualan merchandise.

Patut ditunggu siapa yang akhirnya berhasil mengakuisisi Chelsea, kabar terakhir menyebutkan bahwa Konsorsium Wyss-Boehly dan pengusaha properti mewah asal Inggris, Nick Candy bersaing ketat untuk mendapatkan klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu.

facebooktwitterreddit