Premier League

Liga Inggris Dapat Keluarkan Petinggi Enam Klub Besar dari Posisi di Pengelolaan Kompetisi

Dananjaya WP
Ilustrasi logo enam klub besar Liga Inggris
Ilustrasi logo enam klub besar Liga Inggris / Visionhaus/Getty Images
facebooktwitterreddit

European Super League (ESL) sudah dapat dikatakan gagal. Keputusan klub-klub peserta untuk mengundurkan diri berlangsung secara perlahan hingga menyisakan Juventus, Barcelona, dan Real Madrid. Juve bahkan mengatakan proyek ini tidak dapat berlanjut dengan kondisi yang berlangsung saat ini.

Reaksi negatif dari berbagai komunitas suporter hingga klub-klub yang tidak berpartisipasi dapat berlanjut hingga waktu yang cukup lama. Liga Inggris menjadi salah satu kompetisi yang mendapat sorotan tinggi. Enam klub terbesar dari kompetisi tersebut berpartisipasi dalam pendirian ESL.

Menurut laporan dari The Athletic, penolakan yang dilakukan oleh 14 klub Liga Inggris masih terus berlanjut. Richard Masters, CEO Liga Inggris, disebut juga dapat memberi sanksi. Anggota komite eksekutif yang saat ini diisi pejabat dari lima klub (Manchester City, Manchester United, Arsenal, Liverpool, dan Chelsea).

Tottenham Hotspur tidak mendapat kontak dari Masters karena tidak terlibat dalam komite Liga Inggris.

Ed Woodward (Manchester United), Bruce Buck (Chelsea), Vinai Venkathesham (Arsenal), Ferran Soriano (Manchester City), dan Tom Werner (Liverpool), diminta untuk keluar dari komite Liga Inggris.

Komite tersebut memiliki tugas untuk memberi pandangan mereka terkait berbagai hal. Buck berada dalam posisi audit dan remunerasi, yang juga berperan dalam penunjukkan Masters sebagai CEO baru. Soriano dan Venkatesham menjabat sebagai penasihat strategi, sementara Woodward dan Werner menjabat sebagai penasihat terkait penyiaran.

Masters melakukan ini setelah menghadiri pertemuan dengan 14 klub Liga Inggris lain. Pertemuan itu menyatakan enam klub besar bertindak dengan niat buruk dan terlibat dalam konspirasi yang merugikan kompetisi secara keseluruhan.

facebooktwitterreddit