Premier League

Klub Liga Inggris Laporkan Penurunan Pendapatan Akibat COVID-19

Dananjaya WP
Ilustrasi logo Liga Inggris
Ilustrasi logo Liga Inggris / Visionhaus/Getty Images
facebooktwitterreddit

COVID-19 masih memberi pengaruh yang signifikan terhadap dunia sepakbola. Beberapa kompetisi di Eropa sudah mulai menjalani pertandingan dengan kehadiran penonton dalam kapasitas terbatas. Walau demikian, sebagian besar musim 2019/20 dan 2020/21 berlangsung tanpa kehadiran suporter di dalam stadion.

Keadaan ini memberi pengaruh tinggi terhadap pendapatan yang diraih sebuah klub. Liga Inggris memang menjadi kompetisi yang memperoleh pendapatan tinggi dari hak siar. Namun, penjualan tiket juga menjadi kontributor yang besar bagi sebuah klub untuk memperoleh pendapatan sebagai bagian dari operasional mereka secara keseluruhan.

Setelah laporan keuangan dari 20 peserta Liga Inggris 2019/20 sudah diserahkan dan diaudit, terdapat perubahan besar. Untuk pertama kalinya, kompetisi yang dimulai sejak 1992 ini mencatatkan penurunan pendapatan.

“Penurunan pendapatan pada akhir musim 2019/20, memang terpengaruh akibat COVID-19, itu bukan hal yang mengejutkan. Penurunan serupa juga akan terjadi ketika laporan keuangan akhir musim 2020/21 sudah tersedia. Laga tanpa penonton, penundaan pertandingan, dan pengembalian uang kepada pemilik hak siar memberi pengaruh terhadap pendapatan,” ucap Dan Jones dari Deloitte kepada Sky Sports.

Secara kumulatif, seluruh peserta dari Liga Inggris pada musim 2019/20 mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 13%, dengan total yang menjadi 4,5 miliar Paun. Selain itu, terdapat kerugian sebelum pajak yang dicatatkan nyaris mencapai 1 miliar Paun. Pada akhir musim 2018/19, kerugian tersebut ‘hanya’ mencapai 200 juta Paun.

facebooktwitterreddit