Kingsley Coman Rasakan Emosi Campur Aduk Setelah Cetak Gol Kemenangan Bayern Munchen

Dananjaya WP
Kingsley Coman / Bayern Munchen
Kingsley Coman / Bayern Munchen / Pool/Getty Images
facebooktwitterreddit

Bayern Munchen mendapatkan kemenangan 1-0 atas Paris Saint-Germain dalam pertandingan final Liga Champions 2019/20. Laga di Estadio da Luz pada Senin (24/8) dini hari WIB dimenangkan Bayern melalui gol Kingsley Coman pada menit ke-59. Momen itu membuat Die Roten mendapatkan gelar juara Liga Champions untuk keenam kalinya.

Pertandingan berlangsung dengan ketat sepanjang babak pertama. PSG mendapatkan beberapa peluang untuk mencetak gol. Namun Manuel Neuer melakukan beberapa penyelamatan penting, terutama dua dalam waktu singkat dari dua tendangan Neymar.

Momen penentu terjadi pada awal babak kedua, setelah umpan silang dari Joshua Kimmich disambut oleh Kingsley Coman yang berlari pada waktu yang tepat untuk menyundul bola dan membobol gawang Keylor Navas.

Gol Coman terbukti menjadi momen yang memberikan gelar juara bagi Bayern. Pemain berusia 24 tahun itu mendapatkan sorotan setelah diturunkan sejak awal laga untuk menggantikan Ivan Perisic, dan berhasil mencetak gol ke gawang mantan tim yang dibelanya sejak tingkat akademi sampai senior pada 2004 hingga 2014.

Keberhasilan Coman membuatnya mendapatkan emosi yang campur aduk. Pemain asal Prancis itu merasa bahagia atas keberhasilan Bayern, namun juga merasa sedih setelah mencetak gol yang membuat tim yang menjadi awal perjalanannya di tingkat profesional mendapatkan kekalahan.

“Ini menjadi perasaan yang luar biasa bagi saya. Saya mendapatkan perasaan senang yang sangat tinggi, tetapi juga kesedihan untuk Paris Saint-Germain, saya merasa sedih walau saya memiliki komitmen penuh untuk Bayern Munchen. Sejak awal kami berusaha untuk mengendalikan pertandingan. Kami paham bahwa mereka memiliki bahaya yang besar. Ini menjadi pertandingan final yang luar biasa,” ujar Kingsley Coman dalam wawancara yang dikutip dari Evening Standard.

Keberhasilan ini membuat Kingsley Coman mampu melengkapi koleksi gelar juara domestik yang diraihnya di Prancis, Italia (dengan Juventus), dan Jerman, dengan kesuksesan mendapatkan gelar juara Liga Champions dalam tingkat kontinental.

facebooktwitterreddit