Jurgen Klopp Sebut Manchester City dan Bayern Munchen Sebagai Unggulan Liga Champions 2019/20

Robert Lewandowski, David Alaba, Alphonso Davies
Bayern Munchen / Liga Champions | Visionhaus/Getty Images

Liverpool, juara bertahan Liga Champions, sudah tersingkir pada babak 16 besar. Kekalahan dari Atletico Madrid membuat Jordan Henderson dan rekan-rekannya tidak dapat mempertahankan gelar juara yang mereka raih pada musim 2018/19. Saat ini kompetisi klub tertinggi di benua Eropa itu masih ditunda hingga Agustus akibat pandemi Covid-19.

Kompetisi domestik yang masih berlanjut seperti Liga Inggris, La Liga, Serie A, dan Bundesliga (sudah menjalani pertandingan terakhir), diberikan waktu untuk menyelesaikannya sebelum kompetisi kontinental dilanjutkan. Liga Champions masih berada dalam babak 16 besar dengan Juventus, Olympique Lyonnais, Manchester City, Real Madrid, Bayern Munchen, Atalanta, RB Leipzig, Napoli, Barcelona, Paris Saint-Germain, Atletico Madrid, dan Chelsea.

Keadaan yang berbeda bagi seluruh tim peserta terkait kompetisi mereka masing-masing dapat memberikan kejutan dalam sisa kompetisi Liga Champions. Gelar juara menjadi ambisi dari seluruh tim yang tersisa, namun pemain yang tersedia dalam skuat mereka masing-masing dapat menjadi aspek yang mengubah unggulan untuk menjadi juara dalam kompetisi ini.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, menganggap Manchester City dan Bayern Munchen sebagai dua tim unggulan untuk menjadi juara Liga Champions 2019/20. Klopp memberikan sorotan terhadap performa Bayern di bawah asuhan Hans-Dieter Flick dan juga skuat yang dimiliki oleh Manchester City musim ini.

"Bagi saya, dua tim unggulan terbesar dalam kompetisi tersebut adalah Manchester City dan Bayern Munchen. Apabila keduanya bertemu, itu akan menjadi pertandingan yang sangat menarik! Momen itu dapat terjadi pada babak semifinal atau bahkan final. Jelas keduanya adalah tim unggulan untuk menjadi juara musim ini," ujar Jurgen Klopp dalam wawancara yang dikutip dari Goal.

Klopp mengatakan bahwa performa yang nyaris sempurna harus ditunjukkan sebuah tim untuk menjadi juara dalam kompetisi seperti Liga Champions, namun juga merasa bahwa faktor keberuntungan dapat memberikan peran yang penting.