Joshua Kimmich Puji Alphonso Davies Setelah Bayern Munchen Menang Telak Atas Barcelona

Alphonso Davies, Lionel Messi
Alphonso Davies & Lionel Messi | Pool/Getty Images

Bayern Munchen berhasil lolos ke babak semifinal Liga Champions 2019/20 setelah mendapatkan kemenangan 8-2 atas Barcelona di Estadio da Luz pada Sabtu (15/8) dini hari WIB. Gol-gol dari Thomas Muller, Ivan Perisic, Joshua Kimmich, Robert Lewandowski, Serge Gnabry, dan Philippe Coutinho hanya dapat dibalas David Alaba (gol bunuh diri) dan Luis Suarez.

Kemenangan telak ini membuat Bayern akan berhadapan dalam babak semifinal kontra pemenang dalam laga perempat final antara Manchester City dan Olympique Lyonnais. Die Roten masih menjaga peluang untuk mendapatkan gelar juara dalam kompetisi yang terakhir kali mereka juarai pada musim 2012/13.

Hasil ini diiringi dengan berbagai rekor positif maupun negatif bagi seluruh pemain dan kedua tim yang terlibat. Kualitas individual dan kolektif dari Bayern juga terlihat jelas sepanjang berlangsungnya pertandingan, dan memantapkan status mereka sebagai salah satu tim unggulan untuk mendapatkan gelar juara.

Performa Alphonso Davies yang bermain sebagai bek kiri juga mendapatkan sorotan positif. Pemain asal Kanada itu mampu tampil konsisten menghadapi Lionel Messi dan Nelson Semedo. Davies juga mendapatkan pujian ketika memberikan assist untuk gol yang dicetak oleh Joshua Kimmich. Kimmich memberikan pujian khusus kepada rekannya terkait momen itu.

"Itu adalah momen yang luar biasa, saya merasa malu setelah merayakan gol itu. Alphonso Davies pantas mendapatkan pujian terkait sebagian besar alur terjadinya gol itu, saya hanya perlu berada di posisi yang tepat untuk mengonversi peluang. Ketika kami mencetak gol kelima, Barcelona sudah tidak memiliki rasa percaya diri, sementara kami terus berjuang mendapatkan gol berikutnya," ucap Joshua Kimmich dalam wawancara yang dikutip dari ESPN.

Pemain dengan nomor punggung 19 itu juga mendapatkan pujian terkait perkembangannya di Bayern. Alphonso Davies mengawali kariernya sebagai penyerang sayap, namun permasalahan cedera di lini belakang Die Roten membuatnya berkembang sebagai bek kiri yang konsisten dalam enam bulan terakhir.