Gerard Pique Tegaskan Barcelona Butuh Perubahan Masif Setelah Dibantai Bayern Munchen

Gerard Pique
Gerard Pique / FC Barcelona | Pool/Getty Images

Barcelona dipastikan tersingkir pada babak perempat final Liga Champions setelah mendapatkan kekalahan telak dengan skor 2-8 dari Bayern Munchen di Estadio da Luz pada Sabtu (15/8) dini hari WIB. Barca hanya mendapatkan dua gol dari David Alaba (gol bunuh diri) dan Luis Suarez. Bayern mendapatkan kemenangan melalui gol-gol Thomas Muller, Ivan Perisic, Joshua Kimmich, Serge Gnabry, dan Philippe Coutinho.

Kekalahan ini membuat Barca kembali gagal memenuhi ambisi mereka untuk mendapatkan gelar juara Liga Champions. Blaugarana mengalami kegagalan dalam babak perempat final untuk keempat kalinya dalam lima musim terakhir. Kekalahan telak ini memperlihatkan secara jelas permasalahan yang ada dalam manajamen dan skuat Barca.

Keinginan terkait restukturisasi tim dan manajemen sudah beberapa kali disuarakan oleh sebagian suporter Barca. Namun direksi yang dipimpin oleh Josep Maria Bartomeu masih memegang kendali. Kritik beberapa kali disampaikan oleh pemain, termasuk salah satu pemain veteran Blaugrana, Gerard Pique.

Pemain yang berposisi sebagai bek tengah itu kembali menyuarakan pendapatnya terkait kesulitan Barca. Pique mengatakan bahwa restrukturisasi masif harus terjadi, dan ia siap untuk hengkang apabila kepergiannya diperlukan untuk menjalani proses tersebut.

"Kami harus memahami apa yang terjadi, secara keseluruhan di dalam klub. Harus ada perubahan struktural yang masif. Apabila sosok baru perlu datang untuk memulai perubahan, tentu saya siap untuk hengkang apabila diperlukan, karena kami nampaknya sudah mencapai titik terendah," ucap Gerard Pique dalam wawancara yang dikutip dari Reuters.

Pique mengatakan bahwa ia tidak tertarik untuk menyalahkan salah satu pemain atau pelatih tertentu. Mantan pemain Timnas Spanyol itu menegaskan bahwa seluruh pihak yang terkait dengan Barca harus memahami kekurangan tim saat ini dan berusaha untuk melakukan perubahan yang signifikan agar dapat kembali bersaing di tingkat teratas sepakbola Eropa.