Liga Champions

FIFPro Kritik Format Baru Liga Champions

Dananjaya WP
Apr 28, 2021, 9:03 PM GMT+7
Bayern Munchen menjuarai Liga Champions musim 2019/20
Bayern Munchen menjuarai Liga Champions musim 2019/20 / Pool/Getty Images
facebooktwitterreddit

UEFA sudah menyepakati format baru Liga Champions yang akan mulai berlaku pada 2024. Terdapat beberapa perubahan yang signifikan yang mendapat sorotan tinggi. Jumlah peserta ditingkatkan menjadi 36 tim, dengan jaminan sepuluh laga bagi setiap tim. Fase grup diubah menjadi rangkaian laga seperti liga domestik.

Tim-tim yang disebut ‘elit’ juga mendapat jatah kualifikasi khusus apabila gagal melalui jalur liga domestik atau Liga Europa. Format baru ini disebut menjadi salah satu faktor yang membuat 12 klub besar di Eropa mendirikan European Super League (ESL). Walau rencana tersebut akhirnya gagal, format baru Liga Champions masih mendapat sorotan.

Pep Guardiola (Manchester City), Jurgen Klopp (Liverpool), dan Thomas Tuchel (Chelsea) menyampaikan kritik terkait jumlah pertandingan yang disebut terlalu tinggi. Pandangan serupa disampaikan oleh FIFPro (Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional).

“Kita sudah sering melihat ini, dengan adanya Piala Dunia Antar Klub, Nations League, sampai tur pramusim. Tidak ada yang peduli dengan kondisi pemain terkait pengaruh jadwal padat yang harus mereka jalani. Sama sekali tidak ada kepedulian terkait kesehatan pemain, walau kami sudah sering menyampaikan risiko dari padatnya jadwal pertandingan,” ucap Jonas Baer-Hoffmann (Sekretaris Jenderal FIFPro) kepada Sky Sports.

Hoffmann menegaskan setiap pemain sepakbola memang ingin menjalani pertandingan ketika ada kesempatan. Namun mereka mementingkan kualitas ketimbang kuantitas dari laga yang mereka jalani dengan tim atau negara mereka masing-masing.

facebooktwitterreddit