Berita Sepakbola

Faktor Politik Diklaim Akan Membuat Timnas Brasil Mengganti Pelatih Jelang Copa America

Dananjaya WP
Tite, pelatih Timnas Brasil
Tite, pelatih Timnas Brasil / Kevork Djansezian/Getty Images
facebooktwitterreddit

Persiapan jelang Copa America 2021 yang akan diadakan di Brasil terus mendapat sorotan tinggi. Turnamen yang diadakan untuk negara-negara Amerika Selatan itu diadakan setelah ditunda satu tahun akibat COVID-19. Mengingat pandemi masih berlangsung dan menjadi masalah besar, kritik dari berbagai pihak diarahkan kepada turnamen ini.

Kolombia yang awalnya menjadi tuan rumah tidak dapat menjadi penyelenggara akibat permasalahan politik. Argentina sebagai negara kedua tidak dapat menyelenggarakan turnamen akibat peningkatan kasus COVID-19. Secara mengejutkan, Brasil, negara dengan permasalahan COVID-19 yang tinggi, ditunjuk sebagai pengganti.

Keputusan CONMEBOL (Asosiasi Sepakbola Amerika Selatan) mendapat reaksi negatif dari cukup banyak pihak, termasuk Timnas Brasil. Terdapat beberapa kabar yang menyatakan bahwa Tite (pelatih Timnas Brasil) menolak rencana ini. Casemiro sebagai kapten juga sudah menyampaikan penolakannya secara publik.

Menurut laporan dari Globo Esporte, tindakan dari Tite dan Casemiro dapat memberi dampak yang signifikan bagi Selecao. Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, disebut sudah mendapat respon positif dari Presiden CBF (Asosiasi Sepakbola Brasil), Rogerio Caboclo, yang mengatakan ia akan memecat Tite dan menggantinya dengan Renato Gaucho.

Sosok yang ditunjuk sebagai pengganti merupakan salah satu tokoh dalam sepakbola Brasil yang dikenal sebagai pendukung Bolsonaro. Caboclo dikabarkan menyampaikan niatnya kepada Bolsonaro satu hari sebelum ia mendapat sanksi selama 30 hari akibat dugaan pelecehan seksual.

Terkait penyelenggaraan Copa America, Bolsonaro dan pendukungnya ingin menyampaikan pernyataan politik. Brasil menjadi salah satu negara yang menjalani aktivitas normal di tengah peningkatan kasus COVID-19 dan distribusi vaksin yang lambat. Menyelenggarakan turnamen dengan sukses dianggap dapat mengubah persepsi dunia.

Namun rencana ini mendapat penolakan dari pemain-pemain Brasil, yang sebagian besar menjalani musim 2020/21 yang melelahkan di berbagai tim besar Eropa.

facebooktwitterreddit