Premier League

Menyetujui European Super League, Souness Sebut Seluruh Pemilik Enam Tim Liga Inggris telah Menjual Jiwanya

Oleh Kemas Trimukti
Respon supporter terhadap European Super League
Respon supporter terhadap European Super League / Christopher Furlong/Getty Images
facebooktwitterreddit

Selama dua hari ini, sepakbola diramaikan dengan kabar berita European Super League (ESL) yang dianggap ingin melakukan perubahan lantaran hanya menyajikan tim dan pemain terbaik setiap minggunya.

Chelsea v Brighton & Hove Albion - Premier League
Aksi protes para supporter mengenai Super League / Sebastian Frej/MB Media/Getty Images

Mendengar kabar itu, publik justru malah banyak yang menanggapinya secara negatif. Karena, hal tersebut justru dianggap hanya akan merusak sepakbola lantaran klub tidak akan melakukan kerja keras lagi untuk meraih kemenangan.

Selain itu, 12 tim yang telah menyetujui ajang tersebut untuk segera dijalankan pada Agustus 2021 mendatang, dianggap hanya memikirkan diri sendiri karena hanya ingin mendapatkan keuntungan besar saja.

Maka dari itu, meski enam tim Liga Inggris (Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United,Arsenal, dan Tottenham Hotspur), sudah resmi mundur dari Super League. Graeme Souness tetap beranggapan supporter tidak akan memaafkan para pemilik klub yang sudah menjual jiwanya.

"Ini baru permulaan. Para supporter, tidak akan memaafkan sosok yang setuju dengan ide ini. Mereka berbicara tentang permainan yang bagus dan berkata mencintai klubnya, tetapi sebenarnya mereka semua sudah menjual jiwanya," ujar Souness dari Daily Mail.

"Mereka menjual jiwa untuk mendapatkan uang secara cepat. Para supporter, takkan mau memaafkannya," tutupnya.

Setelah mendapatkan kecaman bertubi-tubi dari publik, salah satu tim yang menyetujui kompetisi European Super League, Manchester United telah memberi kabar apabila wakil CEO, Ed Woodward akan mundur dari jabatannya.

facebooktwitterreddit