Gelandang serang Arsenal Mesut Ozil dikabarkan menjadi salah satu pemain yang menolak potongan gaji sebesar 12,5 persen. Pemotongan gaji dilakukan manajemen klub di tengah pandemi virus corona.


Tanpa adanya pemasukan dari penjualan tiket penonton, merchandise, dan hak siar televisi, klub menjadikan pemotongan gaji sebagai salah satu cara untuk mengurangi pengeluaran besar. Arsenal menerapkannya dengan memotong 12,5 persen dari gaji tahunan pemain.

Menurut kabar dari Mirror Ozil menjadi salah satu dari tiga pemain yang menolaknya. Pemain berusia 31 tahun jadi pemain dengan gaji tertinggi di Arsenal mencapai 350.000 euro per pekannya.


Ozil sedianya menghormati keputusan pemain lain dan juga tim, namun privasinya juga harus dihargai. Agen Ozil Dr Erkut Sogut belum berbicara apapun soal itu, namun di awal bulan ini dia pernah menolak adanya pemotongan gaji pemain.

"Penangguhan adalah pilihan tetapi tidak untuk menyetujui pemotongan saat ini ketika klub masih dapat menghasilkan keuntungan yang sama seperti tahun lalu," tutur Sogut.


"Apa dampak finansial sebenarnya pada klub, kita bisa melihat tiga hingga enam bulan kemudian - tetapi kami tidak bisa melihatnya hari ini."


Arsenal memoton gaji pemain, tetapi mereka akan membayarkan uang dengan penuh jika mereka lolos ke Liga Champions musim depan dan juga akan mendapatkan bonus 100.00 euro.