Carlo Ancelotti dikenal sebagai pelatih yang memiliki reputasi hebat di kalangan para peramu taktik top sepak bola Eropa. Pria Italia itu memiliki kemampuan yang bagus untuk memaksimalkan kekuatan setiap pemain yang berada di bawah kepelatihannya tanpa menanggalkan kolektivitas permainan. 


Namun Carlo Ancelotti bukannya tak pernah melakukan kesalahan dalam melakukan perekrutan pemain sepanjang kariernya. Beberapa pemain yang dibeli di era kepelatihannya tak jarang berakhir menjadi sebuah transfer gagal yang cukup menyesakkan.


Berikut adalah tujuh pembelian terburuk Carlo Ancelotti, yang sudah malang melintang melatih empat negara seperti Italia, Spanyol, Inggris, dan Prancis.


1. Fernando Torres (Chelsea)

Chelsea's Italian Manager Carlo Ancelott

Nama striker Spanyol ini menjadi pusat perhatian di Liga Primer Inggris pada Januari 2011 ketika Chelsea merekrutnya dari Liverpool dengan harga mencapai 50 juta pounds. Sayangnya pembelian mahal Fernando Torres tak berakhir sesuai harapan dengan sang pemain bahkan membutuhkan waktu hingga empat bulan untuk mencetak gol perdananya bersama The Blues. 


Pembelian ini dikritik oleh beberapa pengamat mengingat Chelsea mengeluarkan begitu banyak uang untuk seorang pemain yang sebenarnya tidak dalam kondisi fisik terbaiknya dan sudah kehilangan puncak permainannya. 


Meski bisa dibilang gagal, suporter Chelsea mungkin tak akan pernah melupakan jasa Torres saat mencetak gol menggemparkan ke gawang Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions 2011/12 yang menentukan langkah mereka ke final dan The Blues berakhir di tangga juara.


 2. Asier Illarramendi (Real Madrid)

Asier Illarramendi

Setekah bermain apik bersama Real Sociedad pada musim 2012/13, Carlo Ancelotti tertarik mendatangkan Asier Illarramendi ke Real Madrid dan Los Blancos pun bersedia membayar 32 juta pound untuk memboyong sang pemain ke Santiago Bernabeu. 


Namun ekspektasi tinggi yang disematkan kepada sang pemain untuk menjadi andalan di lini tengah Real gagal diwujudkan. Performanya mengecewakan dan hanya memperkuat Real Madrid selama dua musim sebelum dilepas kembali ke Sociedad dengan total 90 penampilan.


3. Mathieu Flamini (AC Milan)

AC Milan's French midfielder Mathieu Fla

Pemain asal Prancis ini sempat dianggap sebagai salah gelandang bertahan terbaik berkat performa gemilangnya bersama Arsenal. Reputasi itulah yang membuat AC Milan dan Ancelotti bersedia merekrutnya secara gratis. 


Namun masalah cedera yang sebenarnya sudah menimpanya sejak sebelum kepindahannya ke San Siro membuat permainan Flamini susah berkembang di Serie A. AC Milan teruruk dan Ancelotti kehilangan posisinya, namun Flamini masih bertahan di sana hingga 2013, menyumbangkan satu gelar Serie A pada musim 2010/11.


4. Yoann Gourcuff (AC Milan)

AC Milan's French midfielder Yoann Gourc...

Digadang-gadang sebagai salah satu playmaker terbaik di masa depan, AC Milan dan Ancelotti tidak ragu untuk memboyong Yoann Gourcuff dengan harga 4,5 juta euro dan menyodorinya kontrak lima tahun pada 2006.


Namun Gourcuff tak pernah menyelesaikan kontraknya di Milan setelah performanya jauh dari harapan dan total hanya menyumbang tiga gol dan tujuh assist selama dua musim di San Siro. 


Die kemudian dilepas ke Klub Ligue 1 Bordeaux dengan menyumbangkan satu trofi Liga Champions ke AC Milan meski kontribusinya tidak terlalu besar.


5. Ezequiel Lavezzi (PSG)

Ezequiel Lavezzi

Carlo Ancelotti sepertinya sedang melakukan bisnis yang bagus saat dirinya berhasil membujuk dewan klub PSG untuk merekrut Ezequiel Lavezzi dari Napoli pada 2012. Ketajamannya sebagi penyerang diharapkan bisa membawa PSG lebih berjaya dengan diduetkan bersama Zlatan Ibrahimovic. 


Namun faktanya Lavezzi hanya berhasil mencetak 35 gol selama empat musim sebelum dilepas ke klub Tiongkok, Hebei Shina Fortune.


6. Emerson (AC Milan)

Emerson,Paolo Maldini

Setelah berkarier di AS Roma, Juventus, dan Real Madrid, Emerson memiliki kesempatan untuk memperkuat tim besar Eropa lainnya saat AC Milan mengontraknya pada musim panas 2007 dengan nilai transfer 6 juta euro. 


Gelandang bertahan asal Brasil itu gagal mengulangi performanya di Roma dan Juventus dan cenderung melanjutkan performanya yang melamban selama di Madrid. 


Dia hanya tampil sebanyak 40 kali dalam dua musim dan kemudian kontraknya diputus pada 2009. Emerson memperkuat Santos kemudian selama tiga bulan dan harus meninggalkan klub karena masalah cedera dan mengumumkan absen dari kompetisi sebelum bergabung dengan Miami Dade FC pada 2015 di American Premier Soccer League (APSL).


7. Kevin Gameiro (Paris Saint-Germain)

FBL-FRA-LIGUE1-PSG-TRAINING

Setelah mencetak 50 gol selama tiga musim bersama Lorient, Gameiro diharapkan semakin bersinar saat PSG merekrutnya pada 2011. Gameiro mendapatkan kontrak empat tahun dan nilai transfernya saat itu adalah 11 juta euro. 


Musim perdananya tampak menjanjikan dengan dirinya mencetak 14 gol untuk PSG, tapi kedatangan Zlatan Ibrahimovic dan Ezequiel Lavezzi membuat dirinya kian sulit menembus tim inti. Dia pun dilepas ke Sevilla setelah bermain hanya selama dua musim, bermain 78 kali, dan membukukan 23 gol. 


Jauh dari ekspektasi yang dibebankan pada dirinya saat tiu.