Peraih 13 titel Liga Champions Real Madrid mengikuti jejak Atletico Madrid, Barcelona, dan Juventus yang memotong gaji pemain di tengah situasi pandemi virus corona. El Real mengonfirmasinya di laman resmi klub.


Tanpa ada sepak bola karena liga dan kompetisi Eropa ditunda karena virus corona, klub-klub mengambil sikap memotong gaji pemain untuk menjaga finansial. Real Madrid juga melakukannya.


Bersama dengan tim basket, tim sepak bola Real Madrid juga melakukan pemotongan gaji pemain sebesar 10 hingga 20 persen.

"Para pemain dan pelatih tim utama sepak bola dan bola basket Real Madrid, yang dipimpin oleh kapten mereka, dan bersama dengan direktur klub utama telah sepakat untuk secara sukarela menurunkan gaji mereka untuk tahun ini antara 10 dan 20 persen, karena keadaan yang dapat mempengaruhi penutupan musim olahraga 2019-20 saat ini," tutur pernyataan Madrid.


"Keputusan ini, yang diadopsi oleh para pemain, pelatih dan karyawan, akan menghindari langkah-langkah traumatis yang akan memengaruhi pekerja lain, serta berkontribusi terhadap tujuan ekonomi lembaga dalam menghadapi hilangnya pendapatan yang akan diderita bulan-bulan mendatang sebagai konsekuensi dari penangguhan kegiatan dan kelumpuhan sebagian besar kegiatan komersial."

"Real Madrid bangga dengan semua orang yang merupakan bagian dari keluarga besar ini dan budaya nilai-nilai yang tak terpatahkan, yang menjadi sangat berharga di masa-masa sulit seperti ini."


Keputusan yang diambil Real Madrid itu menjadi kontradiktif apabila melihat komentar gelandang tim Toni Kroos baru ini. Dia menolak pemotongan gaji pemain dengan alasan gaji pemain bisa digunakan untuk membantu memerangi virus corona.


Kendati demikian sebagai pemain yang dikontrak Kroos kini harus menerima keputusan tersebut.