Penyebaran virus Corona terus memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan di berbagai negara. Covid-19 sudah masuk ke 199 negara dengan jumlah kasus dan korban jiwa yang terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Sepakbola juga mendapatkan dampak yang besar akibat berbagai pertandingan dan kompetisi yang terpaksa ditunda.


Spanyol menjadi salah satu negara yang mendapatkan sorota tinggi saat ini dengan catatan 140.510 kasus dan 13.798 korban jiwa. Pemerintah di negara tersebut sudah menerapkan kebijakan lockdown sebagai upaya untuk mengurangi tingkat penyebaran. La Liga dan kompetisi sepakbola lainnya di Spanyol juga sudah ditunda hingga waktu yang belum dapat ditentukan.


Dilansir dari Football Espana, Javier Tebas selaku kepala pengelola La Liga telah menyatakan bahwa pihaknya memperkirakan sisa kompetisi musim 2019/20 tidak dapat dilanjutkan pada akhir Mei 2020. Walau demikian Tebas juga menegaskan bahwa saat ini masih terdapat niat dari segala pihak untuk menyelesaikan sisa kompetisi musim ini.


Kemungkinan untuk menjalani sisa musim dengan pertandingan tanpa penonton memiliki peluang tertinggi saat ini. Selain itu terdapat opsi untuk menjalani pertandingan dengan jumlah penonton yang terbatas. Namun semua bergantung dengan rekomendasi dari lembaga kesehatan dan keputusan dari pemerintah Spanyol.


Tebas juga menambahkan bahwa La Liga berpotensi mendapatkan kerugian sebesar 150 juta euro apabila pertandingan berlangsung tanpa penonton. Sedangkan apabila musim 2019/20 dihentikan, kerugian tersebut dapat mencapai 1 milyar euro. Selain itu terdapat pendapatan senilai 350 juta euro yang masih harus diterima klub-klub Spanyol terkait pembayaran transfer berbagai pemain yang belum dapat dilakukan.*