Penyebaran virus Corona terus memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan di berbagai negara. Covid-19 sudah masuk ke 199 negara dengan jumlah kasus dan korban jiwa yang terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Sepakbola juga mendapatkan dampak yang besar akibat berbagai pertandingan dan kompetisi yang terpaksa ditunda.


Penundaan berbagai kompetisi tidak hanya memberikan dampak yang besar dari segi finansial, tetapi juga terhadap keberlangsungan berbagai kompetisi lainnya. Kompetisi Liga Champions dan Liga Europa mendapatkan sorotan yang tinggi terkait keberlangsungan kedua kompetisi tersebut, yang memiliki implikasi tinggi tidak hanya untuk sisa musim 2019/20, tetapi juga untuk musim berikutnya.


Aleksander Ceferin,Just Spee

Hingga kini masih belum terdapat kepastian mengenai kapan kedua kompetisi tersebut akan berlanjut. Walau demikian, Aleksander Ceferin selaku presiden UEFA (Asosiasi Sepakbola Eropa), mengatakan bahwa organisasinya memiliki rencana untuk mengakhiri kompetisi Liga Champions pada 3 Agustus 2020.


“Sistem yang ada saat ini masih dapat digunakan, atau mengubahnya menjadi satu pertandingan pada kandang tim tertentu, atau dalam tempat netral. Saat ini segala situasi yang ada hanya dapat disebut sebagai teori, karena situasi yang ada di dalam dunia dapat disebut sebagai sesuatu yang luar biasa. Tetapi Liga Champions harus berakhir pada 3 Agustus,” ujar Ceferin dalam wawancara yang dikutip dari Football Espana.


Ceferin mengatakan bahwa UEFA dan anggota federasinya harus bersikap fleksibel bergantung dengan situasi yang ada agar dapat menyelesaikan sisa kompetisi musim 2019/20.